Fakta Menarik: Ditjenpas Jambi Gandeng Bulog Serap Jagung WBP, Dorong Penyerapan Jagung Lapas Narkotika Jambi untuk Ketahanan Pangan

Ditjenpas Jambi gandeng Bulog serap panen jagung WBP Lapas Narkotika Muara Sabak. Kolaborasi ini wujudkan Penyerapan Jagung Lapas Narkotika Jambi, dukung kemandirian dan ketahanan pangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: Ditjenpas Jambi Gandeng Bulog Serap Jagung WBP, Dorong Penyerapan Jagung Lapas Narkotika Jambi untuk Ketahanan Pangan
Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi berkolaborasi dengan Bulog untuk Penyerapan Jagung Lapas Narkotika hasil panen WBP, menunjukkan potensi luar biasa dari balik jeruji. Bagaimana skema pembagian hasilnya? (AntaraNews)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). Kolaborasi ini bertujuan untuk menyerap hasil panen jagung dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak.

Inisiatif penting ini diumumkan oleh Kakanwil Ditjenpas Jambi, Hidayat, di Muara Sabak pada Jumat (17/10). Program penyerapan jagung ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Lapas dalam melakukan pembinaan kemandirian bagi para WBP.

Melalui Penyerapan Jagung Lapas Narkotika Jambi ini, diharapkan WBP dapat memiliki keterampilan produktif. Selain itu, program ini juga berkontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kolaborasi Strategis untuk Kemandirian WBP

Hidayat menjelaskan bahwa hasil panen jagung sebanyak satu ton tersebut akan diserap sepenuhnya oleh Bulog. Penyerapan ini akan dilakukan sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah, memastikan nilai ekonomis yang adil bagi program pembinaan.

Dana yang diperoleh dari penjualan jagung nantinya akan dikelola oleh pihak Lapas melalui skema bagi hasil. Skema ini dirancang untuk mendukung keberlanjutan program pembinaan dan memberikan manfaat langsung bagi WBP yang terlibat.

Program tanam jagung ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan kepolisian. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura (TPH) Tanjung Jabung Timur juga turut mendampingi WBP dalam proses pengolahan tanah dan perawatan tanaman.

Warga binaan mendapatkan pembekalan intensif dari petugas penyuluh lapangan. Pembekalan ini mencakup teknik pengolahan tanah yang tepat serta metode perawatan tanaman jagung yang efektif, guna memastikan hasil panen optimal.

Dukungan Ketahanan Pangan dan Program Nasional

Kolaborasi antara Ditjenpas Jambi dan Bulog ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda. Selain memperkuat program pembinaan kemandirian, inisiatif ini juga mendukung program Asta Cita yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program ini selanjutnya diteruskan melalui program akselerasi Kementerian Imigrasi Pemasyarakatan (Imipas), menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberdayakan WBP. Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Askari Utomo, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini.

Menurut Askari Utomo, panen jagung adalah bukti sinergitas antara petugas dan Warga Binaan. "Panen jagung itu menjadi bukti bahwa Warga Binaan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Lapas terus berupaya memanfaatkan setiap jengkal lahan secara optimal untuk kegiatan produktif. "Ke depan, kami akan memperluas lahan pertanian dan mengembangkan tanaman produktif lainnya. Kami ingin menjadikan kegiatan pertanian di Lapas bukan hanya sebagai bagian dari pembinaan, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar," jelas Askari Utomo, menegaskan komitmen Lapas terhadap Penyerapan Jagung Lapas Narkotika Jambi dan pengembangan lebih lanjut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi