Panen Raya Ditjenpas Kalsel Hasilkan 4,6 Ton Komoditas Pangan, Wujud Pembinaan dan Bakti Sosial
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan (Ditjenpas Kalsel) sukses menggelar panen raya komoditas pangan hingga 4,6 ton, menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian dan kepedulian sosial.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan (Ditjenpas Kalsel) mencatat keberhasilan signifikan dengan memanen sebanyak 4.660 kilogram atau sekitar 4,6 ton komoditas pangan. Hasil melimpah ini berasal dari sektor pertanian dan perikanan yang dikelola di bawah program pembinaan. Panen raya ini dilaksanakan secara serentak pada Kamis, 15 Januari, sebagai bagian dari upaya nasional.
Kegiatan panen raya ini merupakan puncak dari program pembinaan pertanian, perkebunan, dan perikanan yang melibatkan 18 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Kalimantan Selatan. Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel, Mulyadi, menyatakan bahwa acara ini dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga pada pembentukan karakter warga binaan.
Selain menunjukkan keberhasilan pembinaan kemandirian warga binaan, panen raya ini juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial Pemasyarakatan Kalimantan Selatan. Seluruh hasil panen dengan estimasi nilai penjualan mencapai Rp20.266.000 dan keuntungan bersih Rp6.299.000, didonasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera. Ini adalah bentuk empati dan kontribusi nyata untuk negeri.
Keberhasilan Program Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Program pembinaan kemandirian yang digalakkan oleh Ditjenpas Kalsel telah menunjukkan hasil yang sangat memuaskan melalui panen raya ini. Warga binaan di 18 UPT Pemasyarakatan se-Kalimantan Selatan aktif terlibat dalam kegiatan pertanian dan perikanan, membuktikan potensi besar mereka. Kegiatan ini membekali keterampilan bercocok tanam dan menumbuhkan semangat produktif agar mereka siap kembali ke masyarakat.
Berdasarkan akumulasi hasil panen, komoditas terbesar dari sektor pertanian dan perkebunan adalah kangkung, dengan total 2.325 kilogram. Disusul oleh ubi jalar sebanyak 1.497 kilogram dan terong 128 kilogram. Sementara itu, pada sektor perikanan, hasil panen didominasi oleh ikan lele yang mencapai 605 kilogram. Keberhasilan ini menunjukkan kesungguhan dan kerja keras seluruh pihak dalam mewujudkan pembinaan yang berdampak positif.
Secara keseluruhan, panen raya serentak ini memanfaatkan lahan seluas 41.832 meter persegi yang tersebar di berbagai UPT Pemasyarakatan. Pemanfaatan lahan ini tidak hanya sebagai sarana produksi, tetapi juga sebagai sarana asimilasi dan edukasi (SAE) bagi warga binaan. Program ini bertujuan agar warga binaan memahami seluruh proses produksi, mulai dari penanaman hingga pengelolaan hasil panen yang bernilai ekonomi.
Kontribusi Ekonomi dan Sosial dari Hasil Panen Raya
Panen raya yang dilakukan Ditjenpas Kalsel tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Estimasi nilai penjualan seluruh hasil panen mencapai Rp20.266.000, dengan perkiraan keuntungan bersih sebesar Rp6.299.000. Angka ini menunjukkan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih lanjut dari program pembinaan kemandirian.
Mulyadi menegaskan bahwa panen raya serentak ini bukan sekadar keberhasilan dalam pembinaan warga binaan, melainkan juga wujud nyata kepedulian sosial. Ini selaras dengan program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai bentuk empati dan kontribusi nyata, seluruh hasil panen ini disumbangkan untuk membantu korban terdampak bencana alam di Sumatera. Inisiatif ini menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai bagian integral dari masyarakat yang peduli dan berkontribusi dalam penanganan bencana.
Inisiatif Nasional Ketahanan Pangan Pemasyarakatan
Panen raya serentak ketahanan pangan pemasyarakatan ini merupakan gagasan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Ditjenpas. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan memberdayakan warga binaan di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini terpusat di Lapas Kelas I Cirebon dan terhubung secara virtual dengan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di berbagai wilayah Indonesia. Keterlibatan seluruh UPT memastikan bahwa program ini memiliki jangkauan nasional dan dampak yang luas.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, memimpin langsung kegiatan panen raya nasional ini, menandakan komitmen tinggi pemerintah terhadap program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi kelembagaan di bidang hukum, keimigrasian, dan pemasyarakatan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sumber: AntaraNews