Guratan Tulisan Tangan Delpedro dari Balik Penjara: Saya Dituduh Menghasut karena Beri Bantuan Hukum ke Pendemo
Delpedro ditangkap dan kini berada di Rutan Polda Metro Jaya akibat tuduhan menghasut massa untuk melakukan aksi demonstrasi sejak 25 Agustus 2025.
Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen menulis surat dari balik jeruji besi. Dalam tulisan itu, ia blak-blakan mengungkap alasan polisi menjebloskanya ke dalam bui.
Delpedro kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya dengan tuduhan menghasut massa untuk melakukan aksi demonstrasi yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025.
Surat tersebut dibagikan oleh akun Instagram @pedeoproject pada Rabu, 3 September 2025. Anggota tim advokasi dari Lokataru Foundation, Fian Alaydrus, mengonfirmasi bahwa surat itu merupakan tulisan tangan Delpedro.
"Betul (surat itu hasil tulisan tangan Delpedro)," ungkap Fian saat diwawancarai oleh Liputan6.com pada Kamis, 4 September 2025.
Dicecar 98 Pertanyaan
Dalam surat yang ditulisnya, Delpedro mengungkapkan bahwa ia ditangkap oleh pihak kepolisian pada tanggal 1 Agustus 2025. Setelah penangkapannya, ia menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 24 jam, di mana polisi mengajukan sebanyak 98 pertanyaan kepadanya.
"Setelah itu, saya mendapatkan surat perintah penahanan. Kini, saya ditahan di rutan Polda Metro Jaya," tulis Delpedro dalam suratnya.
Delpedro menjelaskan bahwa alasan penangkapannya adalah karena ia memberikan bantuan hukum kepada para demonstran yang ditangkap oleh polisi.
Bersama timnya di Lokataru, ia mendampingi pelajar yang kehilangan haknya sebagai penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) akibat keterlibatan mereka dalam aksi demonstrasi, serta mengajukan permohonan agar biaya rumah sakit bagi korban kekerasan aparat ditanggung oleh negara.
"Semua itu, jadi alasan untuk menuduh saya melakukan perbuatan menghasut," lanjutnya.
Selain itu, Delpedro juga menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekannya di Lokataru Foundation.
"Untuk rekan-rekan Lokataru, maaf belum bisa jadi pemimpin yang baik. Maaf tidak bisa melindungi dan menemani kalian di masa-masa sulit," tulisnya. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu melihat tim Lokataru sebagai sumber kekuatan dalam perjuangan untuk membela kelompok yang rentan dan tertindas.
Menurut Delpedro, keteguhan dan keberanian anak-anak muda di Lokataru merupakan harta yang paling berharga dalam perjuangan hak asasi manusia.
"Semoga kita senantiasa di jalan ini. Makin ditekan, makin melawan," tutupnya. Dengan pernyataan ini, Delpedro menunjukkan komitmennya untuk terus berjuang demi keadilan dan hak asasi manusia meskipun menghadapi tantangan yang berat.
Berikut Tulisan Delpedro:
Saya Delpedro Marhaen. Setelah penangkapan yang terjadi pada 1 Agustus, saya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 24 jam dengan 98 pertanyaan. Usai pemeriksaan, saya menerima surat perintah penahanan dan kini saya ditahan di rutan Polda Metro Jaya.
Kasus ini terkait dengan tindakan saya dan Lokataru yang memberikan bantuan hukum kepada mereka yang ditangkap hanya karena menyampaikan pendapat di depan umum. Saat ini, bantuan hukum yang kami berikan juga membela pelajar yang KJP-nya dicabut serta meminta agar biaya rumah sakit bagi korban kekerasan polisi digratiskan. Semua permohonan tersebut berhasil dikabulkan.
Namun, semua itu menjadi alasan untuk menuduh saya melakukan tindakan penghasutan. Saya tidak pernah merasa menyesal atas semua yang telah dilakukan. Ini adalah tentang masa depan banyak orang yang bergantung pada pendidikan.
Jika kami membiarkan keadaan ini terus berlanjut, bagaimana mereka bisa mengubah nasib mereka? Untuk rekan-rekan di luar sana yang telah memberikan dukungan, tidak perlu khawatir mengenai kondisi saya karena kita akan selalu terhubung melalui nasib yang sama, yang semakin memburuk di hari-hari ini. Kita tetap terhubung dalam solidaritas dan semangat kewargaan.
Oleh karena itu, kita harus tetap teguh menghadapi segala tantangan yang mungkin muncul di masa depan. Kepada rekan-rekan di Lokataru, saya mohon maaf karena belum bisa menjadi pemimpin yang baik. Saya juga minta maaf karena tidak dapat melindungi dan menemani kalian di masa-masa sulit ini. Saya selalu melihat kalian sebagai sumber kekuatan bagi saya.
Saya hanya memiliki kalian, anak-anak muda yang terus menunjukkan usaha dan keteguhan dalam membela mereka yang rentan dan tertindas, meskipun harus menghadapi berbagai ancaman. Ini adalah kekayaan yang dimiliki oleh generasi muda. Semoga kita senantiasa berada di jalur ini. Makin ditekan, makin melawan. Jakarta, 2 September 2025.