Di Balik Kerusuhan Demo DPR, Ini Peran Direktur Lokataru Delpedro Marhaen
Delpedro diketahui mengelola akun Instagram @lokataru_foundation yang diduga digunakan untuk menyebarkan narasi provokatif menjelang aksi unjuk rasa.
Polisi membongkar peran Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, yang ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus penghasutan yang memicu kerusuhan di depan Gedung DPR/MPR.
Delpedro diketahui mengelola akun Instagram @lokataru_foundation yang diduga digunakan untuk menyebarkan narasi provokatif menjelang aksi unjuk rasa.
Tak hanya itu, ia juga sering berkolaborasi dengan akun instagram @blokpolitikpelajar. Dari akun inilah polisi menemukan jejak ajakan pengrusakan, bahkan petunjuk soal membuat bom Molotov.
"Di mana BPP itu berdasarkan hasil penyidikan kami, bahwa BPP itu yang terhubung dengan akun-akun ekstrem yang memberikan ajakan seperti pengrusakan, kemudian bom molotov, itu ada hubungannya dari akun BPP," kata Kanit 2 Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Gilang Prasetya saat konferensi pers, Selasa (2/9).
Tak cuma itu, Gilang juga mengungkap setiap posting dari akun LF otomatis terkirim dan tayang di akun yang dijadikan kolaborasi, termasuk @blokpolitikpelajar.
"Jadi secara otomatis nanti ketika tersangka posting apapun ketika di kolabkan dan di akses oleh akun yang di kolabkan itu otomatis akan terpost oleh akun yang kolabor itu sendiri Jadi apapun yang diposting oleh tersangka di akunnya ketika di kolaborator dan diterima itu akan muncul," ujar dia.
Polisi kemudian menelusuri lebih jauh mengenai akun @blokpolitikpelajar, ditemukan nomor aduan yang ternyata milik staf yayasan yang dipimpin oleh Delpedro Marhaen. Bukti ini memperkuat dugaan keterlibatan langsung DMR dalam jaringan penyebaran konten provokasi.
"Sehingga, kami mencoba, masih mencoba penelitian penyidikan lebih lanjut komandan, kami akan terus melakukan pemeriksaan, saat ini diruang pemeriksaan. Kami akan mencoba memastikan akun-akun ini terafiliasi dengan DMR berdasarkan hubungan daripada rekannya," ujar dia.
Meski sudah dicecar dengan bukti, Delpedro Marhaen masih berusaha mengelak. Ia menolak mengakui fakta-fakta yang dipaparkan penyidik, bahkan melempar kesalahan ke rekannya.
"Dua orang ini masih dalam intens pemeriksaan. Dan memang saat ini kami terkendala ybs masih mencoba menegasikan fakta-fakta yang kami sudah hadirkan oleh penyidik dan melempar kepada teman DMR. Jadi rekannya ini melempar kepada DMR," katanya.