Massa Mengamuk, Ratusan Pedagang Robohkan Pagar Kantor Pemkot Binjai Protes Penggusuran
Para pedagang menuntut dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, guna mempertanyakan kelanjutan nasib mereka pascapenggusuran.
Ratusan pedagang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Binjai, Sumatra Utara, Senin (27/4), untuk memprotes penggusuran lapak dagangan mereka. Aksi yang semula berlangsung damai berujung ricuh setelah massa merobohkan pagar kantor Pemkot Binjai.
Para pedagang menuntut dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, guna mempertanyakan kelanjutan nasib mereka pascapenggusuran. Namun, hingga aksi berlangsung, wali kota tidak menemui massa.
"Mana Pak Wali, kami hanya ingin bertemu dan berdialog. Jangan seolah kami bukan siapa-siapa," teriak salah seorang peserta aksi.
Aksi tersebut mendapat pengawalan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan aparat kepolisian. Massa membawa spanduk dan menyuarakan keberatan atas penertiban lapak yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Penggusuran dilakukan di sejumlah titik, antara lain di Jalan Bandung, Kecamatan Binjai Selatan, dan Jalan Olahraga, Kecamatan Binjai Timur.
"Kami hanya mencari makan untuk menghidupi keluarga, bukan untuk mencari kaya," ujar salah seorang pedagang.
Ketegangan meningkat setelah tuntutan dialog tidak dipenuhi. Massa kemudian merobohkan pagar kantor pemko dan menduduki area kantor. Sebagian peserta aksi juga memblokade Jalan Jenderal Sudirman dengan kendaraan dan perlengkapan aksi.
Pedagang Kecewa
Salah seorang pedagang mengaku kecewa atas kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak memberikan solusi.
"Sudah puluhan tahun kami berdagang. Kenapa kami digusur seolah-olah kami melakukan pelanggaran," katanya.
Pemkot Mulai Temui Perwakilan Pedagang
Sejumlah pejabat Pemkot Binjai mulai melakukan pertemuan dengan perwakilan pedagang untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.