Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Puncak Bogor oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang sempat diwarnai kericuhan akhirnya mereda.
Advertisement
Advertisement
Namun, setelah beberapa saat, kericuhan tersebut berhasil diredam oleh petugas.
Selama pembongkaran kios dan lapak PKL berlangsung, Satpol PP menggunakan alat berat ekskavator. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
Namun di tengah para petugas Satpol PP yang melakukan pembongkaran bangunan tersebut, terlihat pemandangan sedih yang menyayat hati. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
Advertisement
Sejumlah pedagang hanya bisa bersedih bahkan sampai menangis sambil memangku anaknya duduk di pinggir jalan saat melihat kiosnya dibongkar. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
Selain itu, sejumlah pedagang juga ada yang membongkar kiosnya sendiri. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
Mereka mengemas dan memindahkan barang-barangnya sementara ke pinggir jalan. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
Advertisement
Seorang ibu, salah satu pedagang di kios itu tampak mengumpulkan barang dan perabotannya saat penertiban kios dan lapak PKL di kawasan Puncak, Bogor, Senin (24/06/2024). Foto: merdeka.com / Arie Basuki
Seorang pedagang menggotong etalase yang menyimpan dagangannya selama penertiban kios PKL di kawasan Jalan Raya Puncak, Bogor oleh petugas Satpol PP. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
Sebuah saung tempat PKL berdagang di pinggir Jalan Raya Puncak yang dirobohkan selama penertiban berlangsung. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
Advertisement