Ayah Prada Lucky ke Jenderal Bintang 2: Saya Telah Kehilangan Anak Saya
Ia menekankan pentingnya mencari kebenaran dan keadilan terkait dengan kematian putranya.
Ayah Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Serma Christian Namo, berbicara dengan penuh keseriusan di hadapan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto.
Ia menegaskan bahwa ia akan terus mencari kebenaran dan keadilan atas kematian putranya.
"Saya sudah kehilangan anak saya, Bapak. Mau buat bagaimana pun, dia tidak akan kembali, Bapak. Saya cuma mencari kebenaran dan mendapat keadilan," ungkap Christian saat dijumpai Piek di Kota Kupang, NTT, pada hari Senin (11/8).
Jenderal TNI bintang dua tersebut merangkul pundak Christian dan dengan khusyuk mendengarkan setiap kata yang disampaikan.
"Mulai pada saat anak saya meninggal, sampai dengan saat ini, Bapak, biar semua dunia tahu. Dan seluruh yang namanya manusia tahu. Oleh ini, saya tidak mencari, dalam hati, untuk pribadi, Bapak," tambahnya.
Christian juga menyatakan bahwa ia tidak menyalahkan pihak manapun atas tragedi yang menimpa anaknya.
"Dan mungkin dalam hati saya sebagai tentara, Bapak, jiwa saya merah putih. Ingin saya tidak pernah bilang menyalahkan siapa-siapa. Mungkin apabila ada kata-kata saya yang salah, saya sebagai manusia, saya ungkapkan semua dengan hati," jelas Christian dengan penuh emosi.
Ia berharap semua orang dapat memahami perasaannya dan mendukung pencariannya akan keadilan.
Prada Lucky merasakan emosi dari sang ayah
Sebelumnya, Christian tidak mampu menahan emosinya. Ia merasa sangat terpukul karena putra tercintanya, yang telah dibesarkan dengan penuh kasih sayang, meninggal dunia akibat penganiayaan.
Christian bertekad untuk menuntut keadilan atas kematian anaknya, bahkan ia rela mempertaruhkan nyawanya demi mencari keadilan tersebut.
"Nyawa saya taruhan. Saya mati dulu baru masalah ini selesai. Selama saya hidup, saya kejar terus," ungkap Christian dengan tegas.
Ia menyatakan bahwa jika Indonesia tidak mampu memberikan keadilan bagi seluruh rakyatnya, lebih baik negara ini dibubarkan. Christian tampak sangat marah dan emosional ketika mengetahui anaknya tewas dengan banyak luka di tubuhnya.
"Kalau sampai tidak terdapat keadilan, Indonesia bubar! Merah putih! Bakar saja! Bakar ini merah putih! Bubarkan negara! Siapa yang berani tes mulut saya? Ayo mari sini, saya lawan," serunya dengan penuh semangat dan kemarahan.