Mama Sudah Datang, Nak, Mama Sudah Datang', Ibu Prada Lucky Tak Kuasa Menahan Tangis di Samping Jenazah Anaknya

Ibu Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), Sepriana Paulina Mirpey, tidak bisa menahan tangisnya.

Ola Keda
Oleh Ola Keda - Reporter
Mama Sudah Datang, Nak, Mama Sudah Datang', Ibu Prada Lucky Tak Kuasa Menahan Tangis di Samping Jenazah Anaknya
Paulina Mirpey, ibu Prada Lucky sedang menangis memeluk foto anaknya (© 2025 Liputan6.com)

Air mata Sepriana Paulina Mirpey, ibu dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), tak terbendung saat ia duduk di samping jenazah putranya sambil memeluk erat foto dirinya. Prada Lucky diduga tewas karena dianiaya oleh seniornya. Ia adalah seorang prajurit TNI AD yang bertugas di Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Lucky, mama sudah datang ni nak, Lucky kan minta mama datang ke Nagekeo, mama sudah datang," ucap Sepriana sambil menghapus air matanya pada Jumat (8/8/2025).

Sepriana juga menceritakan peristiwa tragis saat pertama kali putranya dianiaya oleh senior-seniornya. Pada saat itu, Prada Lucky mengalami perlakuan kasar berupa cambukan. Karena merasa kesakitan, ia melarikan diri dan mencari perlindungan di rumah ibu angkatnya. Di tempat tersebut, luka-lukanya hanya dirawat seadanya dengan minyak dan kompres dingin.

"Dia lari ke bawah ke mama angkatnya, badannya hancur semua. Dari tangan, kaki, belakang," tuturnya dengan penuh kesedihan.

Prada Lucky juga mengungkapkan bahwa sosok yang menganiaya dirinya adalah senior-senior dari Bamak (Badan Pembinaan Hukum Militer) dan Dasintel (Komando Daerah Intelijen). Namun, ia tidak sempat menyebutkan nama pelaku secara spesifik. "Mama saya dipukul, dipukul sama Bamak, Dasintel, dan senior-senior lainnya," kata Sepriana dengan suara bergetar, mengekspresikan rasa sakit yang mendalam atas perlakuan yang diterima anaknya.

Prada mengalami pingsan dan tubuhnya dipenuhi luka

Beberapa hari sebelum dinyatakan meninggal, Prada Lucky terbaring lemah dan tak sadarkan diri. Luka-luka di tubuhnya membuatnya tidak mampu bergerak sama sekali.

Di tengah kondisi kritis putranya, sang ibu, Sepriana, akhirnya tiba di sisinya. Dia mendekat dan memeluk tubuh anaknya yang penuh memar, sambil membisikkan kata-kata penuh kasih. "Bisik di telinga, saya bilang, Lucky, mama sudah datang. Mama sudah datang. Lucky kan minta mama datang lagi. Mama sudah datang," ucap Sepriana dengan suara yang tercekat.

Ayah Prada Lucky marah besar dan menuntut agar pelaku dihukum mati

Ayah Prada Lucky, Sersan Mayor Christian Namo, yang juga merupakan anggota TNI AD, meminta agar para pelaku yang telah menyiksa anaknya dipecat dari institusi TNI AD dan dijatuhi hukuman mati. Dia menegaskan, "Saya minta agar keadilan ditegakkan, ini menyangkut nyawa. Biar tidak ada Lucky-Lucky lain di kemudian hari," ujarnya dengan penuh emosi.

Namo bertekad untuk terus memperjuangkan keadilan, sehingga para pelaku bisa mendapatkan hukuman yang setimpal. "Saya tuntut keadilan pakai jalur hak asasi manusia, nyawa saya jadi taruhannya," ungkapnya. Keberanian Namo untuk berbicara tentang keadilan sangat menginspirasi, dan ia menegaskan, "Kalau tidak ada keadilan, saya akan gali kembali kuburan untuk dibawa ke orang-orang yang paling bertanggungjawab," tegasnya.

Rekomendasi