BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Kota Besar Jumat Ini
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota. Masyarakat diminta waspada terhadap cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas beragam di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat (17/4/2026).
Kondisi cuaca diperkirakan berkisar dari hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Mengutip Antara, Prakirawan BMKG, Puji Sibuea, menjelaskan bahwa fenomena atmosfer berupa daerah konvergensi masih terpantau di beberapa wilayah Indonesia.
"Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Puji Sibuea menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang dari Selat Karimata hingga Kalimantan Barat, di pesisir barat Aceh, dari Laut Banda hingga Papua Selatan bagian selatan, pesisir barat Sumatera Barat hingga Sumatera Utara, pesisir timur Lampung hingga Sumatera Selatan, serta dari pesisir selatan Jawa Timur hingga Jawa Tengah."
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Kondisi tersebut dinilai dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalur konvergensi. Sejumlah kota besar diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Wilayah tersebut meliputi Pekanbaru, Tanjung Pinang, Palembang, Banjarmasin, Tanjung Selor, Jayapura, dan Merauke.
Sementara itu, kota-kota lain diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang, seperti Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Denpasar, Mamuju, Palu, Gorontalo, Ternate, Manokwari, dan Jayawijaya.
Dampak Bibit Siklon Masih Terasa
Adapun beberapa wilayah lainnya diprediksi hanya mengalami kondisi berawan, di antaranya Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Kupang, Manado, Makassar, Kendari, Ambon, dan Nabire.
Sebelumnya, BMKG juga mengungkap bahwa tingginya curah hujan di wilayah barat Sumatera hingga Jawa masih dipengaruhi oleh dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 92S di Samudra Hindia.
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, menyebut dampak fenomena tersebut masih berpotensi memicu cuaca ekstrem meski posisinya mulai menjauh dari Indonesia.
“Meskipun semakin menjauh, dampak fenomena ini tetap dapat memengaruhi kondisi cuaca ekstrem secara lokal. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan,” kata dia.