Dugaan Pelecehan Syekh SAM Terkuak, Korban Diiming-imingi Belajar ke Mesir
Dugaan pelecehan oleh Syekh SAM diungkap saksi. Korban disebut diiming-imingi belajar ke Mesir dan mengalami tekanan psikologis.
Kasus dugaan pencabulan yang menyeret pendakwah Syekh Ahmad Al Misry alias SAM terus didalami. Sejumlah keterangan saksi mulai mengungkap pola dugaan perbuatan serta cara pelaku mendekati korban.
Salah satu saksi, Abi Makki, menyebut jumlah korban yang berani berbicara hingga saat ini masih terbatas.
"Saya tidak tahu, tapi yang jelas kalau yang berani untuk menyampaikan, itu pun karena dikasih semangat sama beberapa guru, itu ada lima. Tapi kalau setelah itu, enggak tahu, wallahualam," kata Ustaz Abi Makki kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).
Menurut Abi Makki, para korban seluruhnya merupakan santri laki-laki, sebagian di antaranya masih berusia di bawah umur. Dugaan perbuatan disebut tidak terjadi sekali, melainkan berulang di sejumlah lokasi.
"Kalau ada kabar dari korban itu berulang-ulang, di beberapa tempat. Bermacam-macam. Yang paling mengerikan itu di tempat ibadah," ujar dia.
Modus Janji Belajar ke Luar Negeri
Ia menjelaskan, pelaku diduga menggunakan iming-iming kesempatan belajar ke Mesir atau Timur Tengah sebagai cara mendekati korban. Selain itu, korban juga dijanjikan menjadi hafiz Alquran dengan sanad yang membuat mereka tertarik.
Namun, saat peristiwa terjadi, korban disebut terkejut karena pelaku merupakan sosok yang dianggap sebagai panutan.
“Begtu ketika terjadi seperti itu, kaget. Kenapa ini kok seorang panutan melakukan hal ini? Ini yang disampaikan oleh beberapa korban. Yaitu tadi yang sangat mengerikan, yang sangat memilukan, ketika dalam satu peristiwa itu dengan mengatakan 'kok begini Syekh?',” ucapnya menirukan korban.
Dugaan Tekanan Psikologis pada Korban
Abi Makki juga menyebut adanya dugaan upaya memengaruhi korban dengan dalih agama. Dalam beberapa kasus, pelaku disebut mengaitkan perbuatannya dengan tokoh agama untuk meyakinkan korban.
Korban juga diduga pernah diperlihatkan tayangan yang tidak pantas. Ketika mempertanyakan hal tersebut, mereka mendapatkan jawaban yang dinilai tidak dapat diterima.
Selain itu, korban disebut mengalami tekanan psikologis yang membuat mereka tidak mampu melawan.
"Jadi enggak bisa berbuat apa-apa, kaya dihipnotis. Bengong aja. Nurut, sampai korbannya bingung. Makanya ketika korban itu berbicara di tahun 2021 itu wajahnya tuh emosinya ada, sambil matanya menatapnya marah nya tuh dahsyat. Pada waktu itu," ujar dia.
Terkait bentuk dugaan pelecehan, Abi Makki tidak merinci lebih lanjut, namun menyebut tindakan tersebut tidak layak dilakukan.