TNI AD Buka Suara Soal Keluarga Prada Lucky Dikabarkan Minta Visum di Rumah Sakit Lain
Ayah Prada Lucky Sersan Mayor (Serma) Christian Namo dikabarkan meminta visum terhadap anaknya dilakukan di rumah sakit lain.
Sersan Mayor (Serma) Christian Namo, ayah dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo, yang tewas pada Rabu (6/8) dikabarkan meminta agar visum terhadap anaknya itu dilakukan di rumah sakit lain. Hal ini berdasarkan video yang beredar dan diunggah oleh akun media sosial @cetul_22.
Prada Lucky merupakan seorang prajurit TNI AD berusia 23 tahun yang bertugas di Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur dan diduga tewas dianiaya oleh seniornya.
"Situasi terkini di RST Dr forensik tidak ada, orangtua korban minta visum di rumah sakit lain," tulis caption pada video tersebut seperti dikutip merdeka.com, Jumat (8/8).
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Inf Wahyu Yudhayana mengaku, tidak masalah jika permintaan itu dilakukan oleh keluarga korban.
"Kalau itu selama dari pertimbangan medis bisa dilaksanakan, kenapa tidak? Tentu ada penjelasan dari medisnya, nanti yang bisa menjawab itu dari medis. Kalau memang visum itu bisa dilaksanakan dua kali atau berpindah dari rumah sakit, saya rasa tidak ada masalah untuk mendapatkan keyakinan terkait dengan penyebab, kondisi," kata Wahyu saat dihubungi merdeka.com.
Belum tahu hasil visum
Wahyu menegaskan, keluarga korban bisa melakukan visum di rumah sakit lain jika memang kurang merasa puas dengan hasil yang sudah ada.
"Tapi yang penting dari sisi medis itu mungkin kan untuk dilaksanakan dua kali visum misalnya, tidak puas di rumah sakit saat ini, berpindah ke rumah sakit dan lain-lain, saya rasa dari kita silakan saja tidak ada masalah," tegasnya.
Namun, dirinya belum mengetahui terkait dengan hasil visum terhadap korban tersebut.
"Saya belum monitor. Kalau masalah visumnya saya belum monitor ya. Domainnya nanti ada di tiap rumah sakit, nanti saya ikuti perkembangannya ya," ungkapnya.
Pahami Emosional Serma Christian Namo
Selain itu, jenderal bintang satu ini pun memahami dengan kondisi atau emosional dari ayah korban seperti yang nampak terlihat dalam video yang sudah beredar tersebut.
Kendati demikian, dirinya serta keluarga besar Mabes TNI AD turut mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Prada Lucky.
"Ya itu bisa kita pahami, karena itu kan anak, tentu apa yang dirasakan oleh ayah korban, yang juga anggota kita, terus yang ada di beberapa media sosial, kita betul-betul bisa memahami kondisi itu, karena terjadi pada keluarganya, pada anaknya," paparnya.
"Dan itu satu-satuan juga sudah mengambil langkah-langkah berkaitan dengan kejelasan, berkaitan dengan penyampaian, tanggungjawaban dalam bentuk proses pemeriksaan tadi," pungkasnya.