Luapan Kekecewaan Serma Christian Namo Anaknya Prada Lucky Tewas Disiksa Senior: Saya ini Tentara!
HP sang anak ditahan hingga masuk ICU dan keluarga tidak mengetahuinya.
Sersan Mayor (Serma) Christian Namo, ayah mendiang Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI yang meninggal dunia secara tragis diduga akibat penganiayaan oleh seniornya, murka atas apa yang dialami putra terkasihnya.
Dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @kellydimar1, sang ayah yang masih mengenakan pakaian loreng TNI nampak tengah meluapkan kekecewaannya. Sambil berdiri, dia nampak tengah berbicara dengan seorang yang disebutnya 'ibu guru' dari anaknya. Sementara di dekatnya nampak sang istri yang terus menangis.
"Jangankan ibu sebagai gurunya bu, saya orangtua kandung bu. Ibu dengar ya bu, ibu masih dipamiti bu. Saya tidak dipamiti bu," katanya dengan penuh sedih dan kemudian dipeluk dari belakang oleh sang istri yang juga menangis seperti dikutip merdeka.com, Sabtu (9/8/2025).
Dia pun menjelaskan salah satu kekecewaan yang dialaminya. Dia kecewa karena ditipu oleh teman-teman anaknya.
"Dengar bu, saya kecewanya begini bu. Saya ini tentara bu, ibu gurunya aja bangga, saya bukan masalah bangga, saya ditipu sama rekan-rekannya dia bu. Dia satu minggu tidak dipegang HP, bayangkan. (Kalau) Pendidikan ya oke lah," katanya.
"Pada saat dia di sana bu dia dibuat skenario, saya tentara saya tahu, skenario bilang ada kasus, dan itu menurut saya kasusnya lewat HP," sambungnya.
Lebih lanjut dia mengatakan HP sang anak ditahan hingga masuk ICU dan keluarga tidak mengetahuinya. Ketika itu sang anak berbisik ke perawat supaya mengabari keluarga bahwa dirinya masuk RS.
"HP nya ditahan sampai dia masuk ICU dan bukan keluarga yang tahu, Almarhum muridnya ibu anak saya kandung bisik ke perawat ibu tolong sampaikan ke mama saya, saya masuk RS. Bayangkan bu," katanya.
Dia menegaskan tidak menyalahkan tentara. Namun peristiwa itu terjadi saat di battalion dan dibiarkan.
"Teman-temannya dia entah dianiaya, jelas luka sudah ada bu, kita berpegang pada sebuah bukti. Dia coba kalau Namanya tentara bu tentara aturan jelas bu, dari atas sampai bawah, dia pangkat paling bawah bu, kenapa rekannya dia tidak telepon ke (keluarga), HP nya disita dan tidak telepon ke saya orangtua, itu saya kecewa sampai dia meninggal bu," katanya.
Sebelumnya, divideo akun Tik Tok majeliskopi08.id, Serma Christian Namo menegaskan bahwa ia tidak akan menerima hukuman ringan bagi pelaku yang diduga menganiaya putranya hingga tewas.
"Hukuman cuma dua, ingat ya. Hukuman cuma dua buat anak saya, hukuman mati dan pecat. Tidak ada di bawah itu. Nyawa saya taruhan. Tentara saya lepas," tegasnya dengan suara bergetar, seperti dikutip merdeka.com, Jumat (8/8).
Ia juga menyampaikan akan menempuh jalur hukum dan menggunakan haknya sebagai warga negara untuk mencari keadilan.
"Saya pakai jalur hak asasi manusia. Saya tuntut pakai hak saya sebagai manusia. Ini sudah nyawa, bukan soal aturan atau keadilan semu. Nyawa!" ujarnya dengan nada tinggi.
Serma Christian, yang juga seorang prajurit aktif TNI, menegaskan tindakannya ini bukan sekadar dorongan emosional sebagai orangtua, tetapi juga panggilan moral untuk menolak kekerasan dalam institusi militer.
"Saya tentara. Saya tahu aturan. Tapi ini soal nyawa anak saya. Tanda menurut saya. Merah Putih. Jelas," katanya.
Sebelumnya, Prada Lucky, prajurit yang bertugas di Kodim 1627/Rote Ndao, dilaporkan meninggal dunia usai diduga mengalami kekerasan fisik di lingkungan barak. Penyelidikan internal tengah dilakukan oleh pihak TNI, dan Kodam IX/Udayana telah menegaskan akan menindak tegas siapapun yang terbukti bersalah, sesuai hukum militer yang berlaku.