Tangis Pecah di Pemakaman Prada Lucky: “Mama Hancur, Nak”
Suasana menjadi haru ketika Sepriana Paulina Mirpey, ibu dari Prada Lucky, tidak bisa menahan tangis saat peti jenazah ditutup.
Isak tangis mengisi suasana pemakaman Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang berlangsung di Kelurahan Kuanino, Kupang, pada hari Sabtu (9/8).
Ketika peti jenazah ditutup, tangisan ibunda Prada Lucky, Sepriana Paulina Mirpey, semakin menggema, menambah kesedihan yang menyelimuti acara tersebut.
"Lucky, Mama hancur nak. Tolong nak. Jangan ada yang bawa Lucky," ucap sang ibu sambil terisak.
Ratusan pelayat dari berbagai daerah berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada prajurit muda TNI AD yang meninggal dengan cara tragis diduga akibat penganiayaan oleh seniornya.
Prosesi ibadat syukur pemakaman dimulai pada pukul 12.30 WITA di rumah duka. Dalam acara tersebut, hadir berbagai pejabat penting TNI, termasuk Komandan Korem 161/Wira Sakti Kupang, perwakilan Brigif Komodo Kupang, serta pemerintah daerah.
Selain itu, anggota DPD asal NTT, Paul Liyanto, rekan-rekan sejawat, sahabat dekat, dan masyarakat umum juga turut hadir.
Di sisi peti jenazah, sang ayah, Serma Kristian Namo, terlihat tegar memberikan penghormatan terakhir kepada putra tercintanya, meski hati penuh duka.
Terdapat dugaan tindakan penganiayaan
Sebelumnya, ayah Prada Lucky, Sersan Mayor Christian Namo, menyatakan bahwa kematian putranya diduga bukan disebabkan oleh penyakit biasa, melainkan akibat kekerasan berat yang dilakukan oleh seniornya.
"Anak saya tewas karena ginjal pecah dan paru-paru bocor. Dia dianiaya seniornya. Saya akan kejar pelaku sampai ke mana pun. Anak saya sudah tidak ada, saya tuntut keadilan," tegas Christian pada Kamis (8/8).
Sebelum mendapatkan perawatan, Prada Lucky sempat mengalami penganiayaan di barak. Di hadapan tim medis di ruang radiologi RSUD Aeramo, korban mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi sasaran kekerasan oleh seniornya.
"Dia bilang ke dokter, dipukul oleh senior di barak," kata sumber yang mengetahui kejadian tersebut.
Sebanyak 24 anggota TNI sedang menjalani pemeriksaan
Sebanyak 24 anggota TNI saat ini sedang menjalani pemeriksaan terkait kasus meninggalnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo, seorang prajurit TNI AD di Nusa Tenggara Timur, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana, menyatakan bahwa mereka yang diperiksa terdiri dari terduga pelaku penganiayaan dan saksi-saksi yang berkaitan dengan kematian Prada Lucky saat bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, NTT.
“Hingga saat ini, ada lebih dari 24 orang yang sedang diperiksa, baik sebagai terduga pelaku maupun saksi. Semua dimintai keterangan dalam proses pemeriksaan ini,” ungkap Wahyu saat ditemui di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, seperti yang dilansir oleh Antara pada Jumat (8/8).
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi dan memastikan keadilan bagi almarhum serta menegakkan disiplin di lingkungan TNI.