Tangis Serma Christian Namo Tak Terima Prada Lucky Tewas: Anak Saya Dibantai 22 Tentara, Saya Kejar Sampai Mati!
Serma Christian menyebut anaknya tewas karena "dibantai" oleh 22 orang oknum tentara. Ia tak kuasa menahan emosi mengingat ketimpangan jumlah pelaku.
Ayah Prada Lucky Namo, Serma Christian Namo saat mendatangi kantor Denpom Kupang (Liputan6.com/ Ola Keda)
(@ 2025 merdeka.com)Sebuah video yang memperlihatkan curahan hati pilu Serma Christian Namo, ayah dari almarhum Prada Lucky Y Matuan, viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun TikTok @deysietha, anggota TNI aktif tersebut meluapkan amarah dan kesedihannya atas kematian sang anak yang dinilainya tidak wajar.
Serma Christian menyebut anaknya tewas karena "dibantai" oleh 22 orang oknum tentara. Ia tak kuasa menahan emosi mengingat ketimpangan jumlah pelaku dibanding anaknya yang seorang diri.
"Anak saya meninggal dibantai 22 orang. Menurut saya pribadi sebagai manusia, saya TNI, anak saya mati dibantai oleh tentara oknum, 22 (orang)," ujar Serma Christian dengan suara bergetar dalam video tersebut.
"Tragedi paling besar selama dunia ini ada, menurut saya. 22 orang lawan 1 orang, itu kalian masih menyangkal. Saya nyatakan keras. Sampai mati pun saya tidak terima," tegasnya.
Murka Pembelaan Terdakwa
Kemarahan Serma Christian memuncak menanggapi jalannya persidangan. Ia menyoroti sikap para terdakwa dan Penasihat Hukum (PH) yang menyangkal penyebab kematian Prada Lucky akibat penganiayaan fisik.
"Karena mereka, para terdakwa, menyangkal. PH para terdakwa menyatakan bahwa mereka membela para terdakwa. (Menyebut) kematian almarhum Lucky bukan karena pukulan dari selang atau dari benda-benda lain," ungkapnya.
Pesan menohok
Merasa dibohongi, Serma Christian pun melontarkan pesan menohok kepada pihak-pihak yang mencoba menutupi fakta kejadian.
"Eh manusia, silakan kau tipu saya. Kau tipu ayahnya korban. Kau tipu dunia. Tapi Tuhan yang tahu," serunya.
Minta Bantuan Dunia dan Otopsi Ulang
Dalam keputusasaannya mencari keadilan di negeri sendiri, Serma Christian bahkan meminta bantuan dunia internasional. Ia juga mendesak agar makam anaknya dibongkar untuk dilakukan autopsi ulang demi membuktikan kebenaran.
"Dunia, seluruh dunia, negara-negara, tolong bantu saya. Saya nyatakan, mohon maaf, mohon izin, bantu saya. Autopsi almarhum yang sudah dikubur," pintanya histeris.
Ia juga bersumpah tidak akan berhenti bersuara hingga keadilan bagi anaknya ditegakkan, meski nyawa menjadi taruhannya.
"Saya sudah bilang, saya akan berteriak terus, berteriak, berteriak, sampai nyawa saya hilang dari badan saya. Sampai saya mati, saya akan kejar terus," pungkasnya.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie