Arkeolog Temukan Pedang Berusia 2.300 Tahun, Ada Simbol Mirip Lambang Nazi di Sarungnya
Pedang itu ditemukan di sebuah kompleks pemakaman kuno di Prancis tengah.
Meskipun di dunia Barat saat ini menganggap swastika memiliki kaitan erat dengan peristiwa mengerikan tentang perang Dunia II, faktanya, swastika sudah ada jauh sebelum Nazi mengadopsi simbol tersebut untuk mewakili rezim mereka yang mengerikan. Desainnya merupakan motif umum dalam sejumlah agama dan budaya, dan sering kali mewakili keberuntungan atau spiritualitas.
Baru-baru ini, arkeolog di Prancis menemukan dua pedang bersarung di sebuah nekropolis keltik (kompleks pemakaman) di kota kecil Creuzier-le-Neuf, Prancis tengah. Benda tersebut berasal dari sekitar 2.300 tahun lalu dan salah satunya memiliki hiasan swastika kecil pada sarung tembaganya.
Arkeolog dari Institute penelitian Arkeologi Preventif Nasional Prancis (INRAP) mengatakan ornamen dan senjata logam yang ditemukan di makam tanpa kerangka itu memiliki “kualitas pembuatan yang luar biasa” dan hanya ada sedikit tandingannya di seluruh Eropa.
Objek Spektakuler
Kedua pedang itu ditemukan masih berada di dalam sarungnya. Salah satu dari mereka dijuluki “Objek paling spektakuler” dari seluruh pemakaman itu. Gagang dan pelat pada bagian depan sarungnya terbuat dari tembaga dan ditutupi dengan hiasan mirip mata yang dikenal sebagai ‘ocelli’. Batu permata mempercantik bagian luar sarung yang dihias dengan indah itu, dan setidaknya, dua di antaranya berbentuk simbol swastika.
Dilansir Live Science, pedang itu sendiri adalah bilah pendek dan ramping dengan gagang model antena yang terbuat dari besi. Tim peneliti menggunakan sinar-X untuk mengungkap hiasan tanam di bagian atas bilahnya, termasuk yang dulunya dianggap sebagai matahari dan bulan sabit yang dipisah oleh sebuah garis.
Vincent Georges, seorang arkeolog di INRAP dan pemimpin penggalian mengatakan bahwa simbol-simbol kosmologi tersebut merupakan “konsep sakral yang sangat umum dan berkaitan dengan jenis pedang tertentu” pada awal abad keempat SM, gaya yang saat itu menjadi populer di kalangan pengrajin Celtic.
Bukan untuk Bertempur
Karena hiasannya yang sangat indah, Georges yakin bahwa pedang itu kemungkinan besar adalah benda yang bukan digunakan untuk bertempur. Ia memperkirakan bahwa pedang tersebut dibuat pada masa invasi bangsa Celtic di Italia Utara dan penjarahan kota Roma pada tahun 383 SM.
Pedang kedua memiliki ukuran lebih panjang dan dilengkapi dengan cincin yang membuatnya dapat letakkan di pinggang. Meski hiasannya tidak semewah yang pertama, tetapi pedang ini masih memiliki batu permata yang tertanam di bagian atas sarungnya dan terdapat desain ocelli yang menyerupai mata. Uniknya, ada sisa-sisa kain di sarungnya yang diduga adalah pakaian jenazah, kain kafan, atau selubung.
Para ahli menduga kedua pedang tersebut dibuat pada abad keempat SM. Menurut Georges, swastika umum di Mediterania sebagai motif ornamen pada saat itu. Mereka meyakini penggunaan simbol Celtic pertama kali ditujukan untuk menggambarkan matahari yang bergerak melintasi langit sebagai gambaran keberuntungan.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey