Pisau Belati Berusia 2.800 Tahun Ditemukan Terselip di Bongkahan Tebing, Ada Ukiran Salib dan Bulan Sabit

Belati itu ditemukan di tebing Laut Baltik, pesisir Polandia.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Pisau Belati Berusia 2.800 Tahun Ditemukan Terselip di Bongkahan Tebing, Ada Ukiran Salib dan Bulan Sabit
belati 2800 tahun (Museum of the History of Kamień Land)

Petugas detektor logam bernama Katarzyna Herdzik dan Jacek Ukowski di Polandia menemukan belati yang dibuat dengan sangat indah, memiliki ukuran 24 sentimeter dan berusia 2.800 tahun, terselip di bongkahan tebing yang hancur.

Penemuan sepotong benda bersejarah tersebut ditemukan di tebing Laut Baltik, pesisir Polandia. Hal ini terjadi ketika badai dahsyat menghantam tebing tersebut yang mengakibatkan bongkahan-bongkahan tebing runtuh ke pantai di bawahnya.

“Tebingnya retak, bongkahan itu pasti jatuh dari atas,” kata Ukowski kepada media berita Polandia, Interia. Dia mengatakan itu adalah penemuannya yang paling berharga, meskipun bersifat “acak.”

Museum Sejarah Tanah Kamien mengidentifikasi belati itu sebagai benda bersejarah dari periode Hallstatt pada awal Zaman Besi.

“Saya tidak menyangka akan menemukan benda sehebat ini, tetapi saat saya melihatnya, saya langsung tahu ini bisa menjadi sesuatu yang berharga,” ungkap Herdzik seperti dilansir Popular Mechanics.

Grzegorz Kruka, direktur museum mengatakan penemuan ini adalah “sebuah karya seni sesungguhnya.”

“Dari segi pengerjaan, belati ini sangat berkelas dan dihias dengan indah. Setiap elemen memiliki ukiran yang berbeda,” kata Grzegorz Kruka.

Ia juga mengatakan dirinya belum pernah menemukan belati seperti ini.

Belati yang masih dalam kondisi sangat baik ini memiliki bulan sabit dan salib yang menyerupai bintang. Bagian tengah bilahnya hampir dihiasi di seluruh panjangnya dan gagangnya memiliki alur tanda diagonal dan kepala yang runcing.

Desainnya yang rumit membuat para ahli menilai belati ini dulunya merupakan bagian dari “kultus matahari” dan memiliki makna ritual.

Teori lain yang berkembang adalah tentang bagaimana bilah ini dahulu adalah milik seorang prajurit kaya.

“Belati ini tidak diragukan lagi sebagai karya seni sejati, serta menjadi contoh dari tingkat metalurgi yang tinggi,” kata pernyataan museum.

Setelah menemukan belati itu kedua detektoris menghubungi museum untuk memastikan temuan tersebut diamankan dan disimpan dengan benar.

Tak lama lagi, peneliti akan menganalisis belati itu untuk menentukan komposisi paduan logam, seperti mengidentifikasi kadar tembaga dan timah.

Selain itu, peneliti akan memeriksa jejak keausan yang mungkin menunjukkan apakah belati tersebut digunakan dalam pertempuran atau sebagai keperluan ritual.

Tim museum juga berharap bisa mengetahui apakah belati itu dibuat di wilayah tersebut, atau dibuat di bengkel Eropa Selatan dan kemudian diimpor.

Reporter magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi