Arkeolog Temukan Makam Kuno Berisi Jasad Sedang Memeluk Pedang Abad Pertengahan Dilapisi Emas, Ada Ukiran Simbol Misterius

Makam kuno dari abad ke-5 dan ke-6 menyimpan sejumlah artefak tapi arkeolog paling tertarik dengan sebuah pedang yang dihias dengan dekorasi rumit.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Arkeolog Temukan Makam Kuno Berisi Jasad Sedang Memeluk Pedang Abad Pertengahan Dilapisi Emas, Ada Ukiran Simbol Misterius
temuan pedang abad pertengahan (Alice Roberts / BBC / Rare TV)

Arkeolog menemukan sebuah pemakaman abad pertengahan awal di tenggara Inggris. Di salah satu makamnya yang penuh harta karun—yang berasal dari abad kelima dan keenam Masehi—mereka menemukan sebuah pedang yang terawat baik.

Pedang kuno itu ditemukan di makam seorang pria. Gagang pedang yang dilapisi perak dan emas tersebut diukir dengan pola-pola, dan sebuah cincin melekat pada pommel-nya (bagian atas pegangannya). Bilahnya yang panjang dihiasi dengan "tulisan simbol," lapor Dalya Alberge dari The Guardian, seperti dilansir laman Smithsonian.

Yang luar biasa, para peneliti juga menemukan bagian-bagian sarung pedang—sebuah selongsong dari kayu dan kulit yang dilapisi bulu berang-berang.

“Pedang seperti ini sangat istimewa,” kata Duncan Sayer dari Universitas Central Lancashire, arkeolog utama situs tersebut, kepada majalah Smithsonian.

“Sepertinya pria yang dikubur bersama pedang itu sedang memeluknya. Gagang dan pelindung pedang berada di ketinggian kepala dan bahu, secara visual menyatu dengan wajah dan sosoknya.”

Menampung 200 Jenazah

Sayer menambahkan, pedang itu mungkin merupakan hadiah dari seorang bangsawan dan mungkin telah digunakan selama beberapa generasi—sebagai simbol status sosial—sebelum menemani pemilik terakhirnya ke makam.

“Pedang itu memberinya otoritas,” katanya.

Arkeolog telah menggali 12 makam di pemakaman itu, yang mereka perkirakan bisa menampung sebanyak 200 jenazah.

Makam pria yang memeluk pedang itu juga berisi liontin emas yang diukir dengan gambar naga atau ular, yang menurut para peneliti mungkin merupakan “kenang-kenangan berharga” milik seorang kerabat perempuan.

Semua makam pria berisi senjata besar, seperti tombak dan perisai, sementara makam perempuan berisi pisau, bros, gesper, dan artefak lainnya.

Hadiah dari raja

Pedang itu akan segera ditampilkan dalam acara “Digging for Britain” di BBC Two, yang dipandu oleh antropolog Alice Roberts.

“Itu adalah pemakaman Anglo-Saxon yang luar biasa, dengan makam-makam yang dilengkapi dengan sangat indah, banyak penguburan senjata di mana Anda menemukan benda-benda seperti ujung tombak besi dan seax, yang merupakan pisau Anglo-Saxon—dan kemudian ada pedang yang menakjubkan ini,” kata Roberts kepada The Guardian.

“Saya belum pernah melihat pedang yang terawetkan dengan begitu indah.”

Para peneliti sedang bekerja untuk memahami makna dan tanda-tanda pada pedang itu. Secara khusus, cincin yang terpasang pada gagangnya menunjukkan asal-usul yang menarik.

“Selama ini diyakini pedang memiliki identitas uniknya sendiri, dan cincin pada pedang ini mungkin menunjukkan itu adalah hadiah dari seorang raja atau bangsawan penting,” kata Sayer kepada Flynn Nicholls dari Newsweek.

Dengan harapan dapat memberikan wawasan baru tentang praktik pemakaman, konservator Dana Goodburn-Brown sedang mempelajari dan mengawetkan pedang itu di laboratorium. Analisisnya menunjukkan jenazah itu tidak segera dikubur, “mungkin memberi waktu bagi orang-orang terkasih untuk mengucapkan selamat tinggal,” tulis The Guardian.

Karena pedang itu masih berada di laboratorium, tim Sayer belum memeriksa semua simbol misteriusnya.

“Mereka sering kali tidak menyampaikan sesuatu yang dapat kita pahami,” katanya kepada Newsweek. “Tetapi simbol itu pasti memiliki makna bagi orang-orang yang menggunakan dan melihat pedang tersebut serta memahami ceritanya.”

Pemakaman itu juga menyimpan benda-benda asing seperti barang-barang kuburan Skandinavia dan Franka, yang menurut para peneliti mencerminkan lanskap politik yang berubah di Inggris abad kelima dan keenam.

Setelah artefak pemakaman digali dan diawetkan, mereka akan dipamerkan di Museum Folkestone di Kent. Para peneliti mengatakan bahwa makam-makam itu berada di dekat Canterbury, di utara Folkestone, tetapi mereka belum mengungkapkan lokasi persis pemakaman tersebut.

Rekomendasi