Arkeolog Temukan 9 Pedang Tertua di Dunia, Ditempa 5.000 Tahun Lalu
Para arkeolog juga mengungkap kegunaan pedang-pedang ini.
Para arkeolog menemukan sembilan pedang tertua di dunia di Gundukan Arslantepe, Turki, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Pedang-pedang ini ditempa sekitar 5.000 tahun lalu, ditemukan pada awal 1980-an oleh Profesor Marcella Frangipane dan timnya dari Universitas Sapienza Roma saat melakukan penggalian kompleks istana batu bata di Arslantepe.
Istana tersebut berasal dari akhir milenium ke-4 SM, memberikan bukti nyata adanya pemerintahan terpusat, budaya elit, dan kehidupan ritual di situs tersebut, seperti dikutip dari Arkeonews, Selasa (10/6).
Sembilan senjata kuno ini terdiri dari tiga pedang pendek dan enam belati panjang. Senjata ini dibuat sekitar tahun 3300 SM, mendahului semua contoh pedang yang diketahui sebelumnya setidaknya satu milenium, sehingga mendorong mundur asal usul senjata ikonik ini jauh lebih awal dari yang ilmuwan meyakini pedang baru muncul sekitar tahun 1600–1500 SM, terutama di wilayah Aegea dan Mesopotamia.
Namun penemuan di Arslantepe ini mengubah narasi tersebut.
Pedang-pedang tersebut dibuat dari tembaga arsenik. Mencampur arsenik ke tembaga menghasilkan bilah yang lebih kuat dan lebih tahan lama daripada hanya menggunakan tembaga murni.
Sebanyak tiga bilah pedang dilapisi perak dengan sangat rumit, dengan panjang 45 hingga 60 sentimeter. Masing-masing memiliki komponen penting yang mendefinisikan pedang: bilah, pelindung, pegangan, dan ujung seperti gagang.
Perpaduan bentuk dan fungsi ini menunjukkan momen transisi dalam sejarah, di mana metalurgi bukan sekadar kerajinan yang berguna, tetapi juga alat politik dan budaya—digunakan untuk melambangkan kekuasaan, dominasi, dan inovasi.
Para peneliti menduga pedang ini hanya digunakan sebagai simbol status, tidak digunakan sebagai senjata dalam pertempuran. Hal ini karena dekorasi hiasan perak pada pedang dan mengingat lokasi penemuannya.