Kisah Inspiratif Elang: Anak Fatherless Ukir Prestasi Gemilang Lewat Sekolah Rakyat Probolinggo

Elang Khoirul Ramadhan, seorang anak fatherless, berhasil menorehkan prestasi membanggakan melalui dukungan Sekolah Rakyat Probolinggo. Simak perjalanan inspiratifnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kisah Inspiratif Elang: Anak Fatherless Ukir Prestasi Gemilang Lewat Sekolah Rakyat Probolinggo
Elang Khoirul Ramadhan, seorang anak fatherless, berhasil menorehkan prestasi membanggakan melalui dukungan Sekolah Rakyat Probolinggo. Simak perjalanan inspiratifnya! (AntaraNews)

Elang Khoirul Ramadhan, seorang siswa kelas 7 Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo, menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi dan kehilangan orang tua bukanlah penghalang untuk berprestasi. Remaja berusia 13 tahun ini berhasil mengukir berbagai pencapaian gemilang, menjadi inspirasi banyak pihak.

Tinggal bersama neneknya di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Elang menghadapi tantangan hidup sejak kecil setelah ibunya meninggal dan ayahnya kembali ke kampung halaman di Solo. Namun, lingkungan pendidikan yang tepat di SRT 7 Probolinggo mampu mengubah keterbatasan tersebut menjadi kekuatan, membuktikan bahwa dukungan adalah kunci keberhasilan.

Melalui program Sekolah Rakyat, Elang mendapatkan akses pendidikan dan pembinaan karakter yang terstruktur, termasuk kegiatan asrama yang disiplin. Transformasi ini membawanya meraih juara pertama Olimpiade IPA tingkat Kota Probolinggo dan menjadi Ketua OSIS, sebuah bukti nyata dari potensi yang terasah.

Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi gerbang bagi Elang untuk mengenal program Sekolah Rakyat, yang diinformasikan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Awalnya, Elang mengaku sempat merasa tidak betah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 Probolinggo. Namun, peran wali asuh yang mendampingi membuatnya semakin nyaman dan betah.

Kehidupan di asrama sekolah membawa perubahan signifikan bagi Elang. Jika sebelumnya ia lebih banyak bermain sepulang sekolah, kini hari-harinya terisi dengan aktivitas terstruktur dan disiplin. Kegiatan terjadwal meliputi istirahat, mandi sore, salat Ashar berjamaah, mengaji, salat Magrib dan Isya berjamaah, kajian, makan malam, belajar, hingga apel malam.

Lingkungan yang tertata ini tidak hanya membentuk kedisiplinan Elang, tetapi juga memupuk semangat belajar dan kebersamaan di antara siswa. Dukungan dari teman-teman dan wali asuh di asrama semakin menguatkan Elang. Ini menunjukkan dampak positif dari lingkungan yang kondusif terhadap perkembangan karakter dan akademisnya.

Di bidang akademik, Elang menunjukkan minat besar terhadap sains Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan robotik. Kegigihannya berbuah manis ketika ia berhasil meraih juara pertama dalam lomba Olimpiade IPA tingkat Kota Probolinggo. "Alhamdulillah juara satu," ujar Elang dengan bangga.

Prestasi ini tidak diraih dengan mudah; Elang belajar secara mandiri, termasuk memanfaatkan sumber daring menggunakan laptop. Ia bahkan sempat merasa kesulitan saat lomba karena materi yang agak berbeda, namun semangatnya tak padam. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan besar bagi dirinya dan sang nenek, Sri Aminah Ningsih, yang terharu melihat pencapaian cucunya.

Selain akademik, Elang juga aktif di bidang non-akademik seperti basket dan renang, bahkan bersiap mengikuti lomba renang dalam waktu dekat. Kemampuan kepemimpinannya juga terlihat dari posisinya sebagai Ketua OSIS SMP. Dengan cita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Darat, Elang ingin membela negara dan mengangkat derajat keluarganya, terinspirasi dari pelatihan disiplin yang ia terima di SRT 7 Probolinggo.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 Probolinggo bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang untuk membangun harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini memberikan akses pendidikan sekaligus pembinaan karakter yang komprehensif. Nenek Sri Aminah Ningsih sangat terbantu dengan adanya program ini, mengingat kesulitan biaya sekolah cucu-cucunya sebelumnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto, ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang diseleksi ketat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). SRT 7 Kota Probolinggo adalah bagian dari 100 titik awal program nasional yang diluncurkan pada 14 Juli 2025. Sekolah ini mengedepankan integrasi pembelajaran, digitalisasi, dan pembekalan keterampilan bagi siswa.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 Kota Probolinggo, Susilowati, menjelaskan bahwa sekolah ini mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA, dengan total 91 peserta didik saat ini. Sekolah telah menerapkan digitalisasi menyeluruh, membekali siswa dengan laptop dan smartphone, serta memantau kehadiran menggunakan barcode. Selain itu, SRT 7 Probolinggo juga fokus pada penguatan keterampilan kewirausahaan dan menyediakan berbagai ekstrakurikuler, termasuk kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk kesiapan kerja.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi