Arkeolog Temukan Sepasang Belati Berusia 3.000 Tahun, Dibuat dari Perunggu Untuk Tujuan Ritual
Senjata kuno ditemukan terkubur di kedalaman 30 sentimeter.
Sepasang belati Zaman Perunggu berusia 3.000 tahun ditemukan oleh para arkeolog di dekat Kutenholz, sebuah kotamadya di distrik Srade, Lower Saxony, Jerman.
Situs tersebut pertama kali diidentifikasi pada 2017 selama survei pendeteksian logam yang mengungkap pecahan bilah yang sangat mirip dengan belati tersebut.
Sejak 2024, Universitas Hamburg melakukan survei geomagnetik di situs tersebut dan wilayah yang lebih luas. Teknik ini memberi peluang peneliti untuk mendeteksi perubahan halus pada medan magnet Bumi yang disebabkan oleh fitur arkeologi yang telah lama terkubur. Teknik tersebut juga dapat memvisualisasikan apa yang ada di bawah permukaan tanah, demikian dilansir Heritage Daily, Jumat (28/3).
Terdapat beberapa anomali (kejanggalan) yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Sehingga, arkeolog melakukan serangkaian penggalian yang mengungkap dua bilah perunggu yang terkubur hanya 30 sentimeter di bawah permukaan.
“Sungguh beruntung bahwa temuan tersebut tidak hancur di kedalaman yang dangkal, karena daerah itu telah diolah dengan peralatan pertanian berat selama bertahun-tahun," jelas arkeolog Daniel Nosler.
Menurut pernyataan pers yang dirilis Portal Layanan Distrik Stade, belati tersebut terbuat dari perunggu (perpaduan tembaga-timah) dan berasal dari Eropa Timur-Tengah pada era yang sama dengan Cakram Langit Nebra, sekitar 1500 SM.
Profesor Tobias Mortz, ahli Zaman Perunggu dari Universitas Hamburg, meyakini belati tersebut bukan digunakan dalam pertempuran, melainkan memiliki fungsi ritual atau simbolis.
Kedua belati tersebut tampaknya sengaja diletakkan tegak lurus pada titik tertinggi area tersebut. Tanpa bukti penguburan yang sesuai, hal ini menunjukkan bahwa belati tersebut sengaja disimpan sebagai persembahan. Sepasang belati tersebut dikirim ke Universitas Hamburg untuk pemeriksaan dan restorasi lebih lanjut.
Reporter magang: Devina Faliza Rey