Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Provinsi Ha Tinh, Vietnam tengah. Para petani yang sedang menggarap sawah di daerah perbatasan pegunungan Son Kim 2 secara tidak sengaja menemukan benda-benda aneh yang ternyata merupakan artefak kuno bernilai sejarah tinggi.
Penemuan awal oleh warga lokal di daerah Lang Che ini kemudian ditindaklanjuti oleh para arkeolog dari Museum Ha Tinh. Hasilnya luar biasa, mereka menemukan konsentrasi artefak yang membentang dari masa prasejarah hingga era dinasti feodal.
Dilansir Arkeonews, survei lapangan yang dilakukan di lahan seluas satu hektar tersebut mengungkap kawasan ini dulunya merupakan pusat aktivitas manusia yang sibuk.
Advertisement
Tim arkeolog menemukan berbagai benda dari era yang berbeda-beda, mulai dari lonceng perunggu, pahat batu, hingga pedang besi. Tak hanya senjata, ditemukan pula peralatan sehari-hari seperti mangkuk keramik, alu batu, dan lempengan penggiling.
"Temuan ini menunjukkan bahwa situs tersebut kemungkinan berfungsi sebagai area tempat tinggal dan zona produksi kecil bagi komunitas pegunungan awal," ungkap para peneliti.
Advertisement
Salah satu temuan yang paling menarik perhatian adalah keramik berglasir seladon yang diperkirakan berasal dari Dinasti Tran (1225–1400), masa keemasan dalam sejarah Vietnam (Đại Việt). Pecahan keramik mahal ini ditemukan berserakan di sekitar reruntuhan kuil Sơn Thần, sebuah tempat pemujaan leluhur yang kini telah ditinggalkan.
Kombinasi antara benda rumah tangga dan ruang ritual ini mengindikasikan bahwa penduduk masa lalu tidak hanya bermukim, tetapi juga membangun tradisi kepercayaan yang kuat, menyatu dengan lanskap hutan dan pegunungan di sekitarnya.
Advertisement
Secara geografis, lokasi penemuan di lereng Pegunungan Truong Son ini sangat strategis. Wilayah ini secara historis dikenal sebagai jalur perdagangan dan persimpangan budaya yang menghubungkan Vietnam dengan negara tetangga, Laos.
Keberadaan alat batu prasejarah yang bercampur dengan logam dan keramik dari masa yang lebih modern menunjukkan adanya kesinambungan hunian. Komunitas di sana terus beradaptasi dan mewariskan tradisi selama ribuan tahun, alih-alih hanya singgah sebentar lalu pergi.
Advertisement
Pihak Museum Ha Tinh memberikan apresiasi khusus kepada para petani setempat. Merekalah orang pertama yang menyadari adanya benda-benda unik tersebut saat bekerja di sawah, yang kemudian memicu penyelidikan ilmiah besar-besaran ini.
"Penemuan ini memperkuat identitas budaya masyarakat pegunungan di Ha Tinh bagian barat. Penduduk masa kini adalah penjaga lanskap yang sarat dengan kenangan," tulis laporan tersebut.
Kini, situs Lang Che direncanakan akan menjadi pusat penelitian lebih lanjut dan berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah, menghubungkan generasi masa kini dengan jejak nenek moyang yang tertimbun di bawah sawah mereka.
Reporter magang: Muhammad Naufal Syafrie