Menko AHY Dorong Anak Muda Jadi Entrepreneur dan Pendiri Startup
Menko AHY menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur dan pendiri startup untuk menghadapi tantangan global serta memanfaatkan bonus demografi.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur dan pendiri startup untuk menghadapi perubahan zaman serta tantangan global yang semakin kompleks.
Pernyataan itu disampaikan AHY saat membuka Musyawarah Nasional XI Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) 2026 di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).
Menurut AHY, selama ini lulusan SMA Taruna Nusantara identik dengan jalur militer, kepolisian, maupun birokrasi pemerintahan. Namun, ia menilai perkembangan zaman membuka peluang karier yang lebih luas.
“Kita semua kalau melihat sejarah berdirinya SMA TN, memang lebih ditujukan menyiapkan kader-kader terbaik untuk menjadi prajurit, menjadi perwira TNI Polri, juga untuk menjadi birokrat ASN. Betul ya?” kata AHY.
Indonesia Dinilai Butuh Lebih Banyak Startup
AHY mengatakan tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi saat ini menuntut hadirnya lebih banyak pelaku usaha yang mampu menciptakan inovasi dan lapangan kerja baru.
Ia mendorong generasi muda untuk berani membangun usaha sejak dini, termasuk mendirikan startup yang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
“Padahal zaman berubah, dengan segala tantangan dan peluang barunya, dibutuhkan entrepreneurs, dibutuhkan wirausahawan yang juga sukses, yang berani memulai startup, tapi juga sustain akhirnya menjadi sukses, bahkan graduate menjadi unicorn pada saatnya,” ujarnya.
Bonus Demografi Jangan Disia-siakan
AHY juga menyoroti besarnya peluang Indonesia dalam menghadapi bonus demografi.
Menurut dia, dominasi penduduk usia produktif harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing nasional.
Ia menyebut generasi milenial dan Gen Z akan menjadi kelompok terbesar dalam struktur penduduk Indonesia beberapa tahun mendatang.
“Oleh karena itu, jangan sia-siakan peluang window of opportunity di mana generasi milenial dan Z pada akhirnya akan mengisi komposisi terbesar, 70 persen berusia produktif,” ucap AHY.