17 Ekor Kerbau Warga Muratara Sumsel Ditemukan Mati Dimangsa Harimau
Kerbau-kerbau yang dimangsa harimau berada di beberapa desa di Kecamatan Ulu Rawas, Muratara.
Teror harimau di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, berlanjut dengan ditemukannya 17 ekor kerbau milik warga mati dimangsa. Warga diimbau menghindari aktivitas dari sore sampai pagi hari untuk mencegah terjadinya konflik.
Kerbau-kerbau yang dimangsa harimau berada di beberapa desa di Kecamatan Ulu Rawas, Muratara. Lokasinya berdekatan dengan kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Yusmono membenarkan adanya serangan harimau terhadap hewan ternak warga yang menyebabkan 17 ekor kerbau mati. Bangka kerbau-kerbau tersebut ditemukan masih dalam kawasan perkebunan yang berdekatan dengan TNKS.
"Ada 17 ekor kerbau yang mati dimangsa harimau, semuanya berada di Kecamatan Ulu Musi," ungkap Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel Yusmono, Sabtu (23/5).
Jejak Harimau
Petugas menemukan jejak harimau di lokasi penemuan bangkai. Hanya saja tidak ada warga yang mengaku melihat langsung penampakan harimau saat memangsa hewan ternak.
"Memang kerbau-kerbau itu sengaja diliarkan dan cari makan di dekat TNKS. Kebetulan harimau keluar kawasan TNKS dan memangsanya," kata Yusmono.
Yusmono menyebut keluarnya harimau dari habitatnya disebabkan banyak faktor. Hewan dilindungi itu harus mencari makanan di saat mangsa di dalam kawasan sudah berkurang, bisa juga akibat perburuan, dan perambahan hutan di dalam TNKS.
"Ya bisa saja karena ada campur tangan manusia yang menyebabkan harimau cari mangsa di luar habitatnya," kata Yusmono.
Jika kondisi ini terus berlangsung, Yusmono menyebut habitat harimau terancam dan berpotensi terjadi konflik dengan manusia yang beraktivitas di perkebunan. Oleh karena itu, warga diimbau menghindari beraktivitas di sekitar TNKS pada sore hingga pagi hari karena di waktu-waktu itulah hewan buas mencari makan.
"Tim sudah di lapangan untuk memantau kondisi dan memasang kamera trap agar pergerakan harimau bisa terpantau," pungkas Yusmono.