Gali Jalanan Kota, Arkeolog Temukan Rahasia Gelap Terkubur Selama 700 Tahun di Bawah Tanah

Arkeolog menemukan ruang bawah tanah yang cukup luas di bawah jalan sebuah kota.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Gali Jalanan Kota, Arkeolog Temukan Rahasia Gelap Terkubur Selama 700 Tahun di Bawah Tanah
kota bawah tanah di jerman (popular mechanics)

Siapa sangka, di bawah hiruk-pikuk kehidupan modern sebuah kota kecil di Jerman, tersimpan rahasia gelap yang telah terkubur selama tujuh abad.

Arkeolog yang tengah bekerja di Lichtenau, sebuah kota pasar di negara bagian Rhine Utara-Westphalia, secara tidak sengaja menemukan sebuah struktur masif yang membisu di bawah tanah.

Bukan sekadar lubang biasa, mereka menemukan sebuah ruang bawah tanah (vault) dari abad pertengahan yang sangat luas, tersembunyi tepat di bawah jalan utama Lange Straße yang membelah pusat kota.

Penemuan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat struktur tersebut berada tak jauh dari Kastil Lichtenau yang megah dan telah bertahan menopang beban kota di atasnya selama ratusan tahun.

Ruang bawah tanah seluas ribuan meter persegi ini memicu perdebatan di kalangan ahli sejarah. Hingga kini, tujuan pasti pembangunannya masih menjadi misteri.

Melansir dari Popular Mechanics, para ahli dari Asosiasi Regional Westphalia-Lippe mengajukan beberapa teori. Teori pertama yang paling masuk akal adalah fungsi logistik. Dengan suhu bawah tanah yang stabil, ruangan ini sangat ideal digunakan sebagai gudang penyimpanan makanan, anggur, atau komoditas dagang lainnya agar tidak cepat busuk.

Teori kedua mengarah pada fungsi industri. Ruangan ini mungkin pernah menjadi bengkel kerja bagi para pengrajin abad pertengahan. Material tertentu yang mudah meleleh atau rusak di suhu ekstrem membutuhkan ruang kerja dengan temperatur yang konstan, sesuatu yang sulit didapat di permukaan tanah pada masa itu tanpa teknologi pendingin.



Namun, ada satu teori ketiga yang jauh lebih kelam dan menarik. Ruang bawah tanah ini diduga kuat berfungsi sebagai tempat perlindungan (bunker) bagi warga sipil dari kebrutalan perang feodal.

Jerman pada akhir Abad Pertengahan, khususnya antara tahun 1350 hingga 1550, bukanlah tempat yang ramah. Wilayah ini kerap dilanda perseteruan berdarah antar-bangsawan. Dalam konflik tersebut, rakyat jelata sering kali menjadi korban. Rumah-rumah dibakar, harta benda dijarah, dan penduduk mengalami nasib tragis mulai dari penyiksaan hingga pelecehan seksual.



Sejarawan mencatat adanya ancaman nyata pada masa itu. Sebuah dokumen sejarah mengungkap surat dari Lutter Quade, seorang kapten kavaleri, yang mengancam musuhnya di kota Soest dengan kalimat mengerikan: "Aku memperingatkanmu agar menjaga perempuan-perempuanmu di dalam kota jika mereka keluar, mereka akan ditangkap dan diperkosa sebagaimana lazimnya dilakukan terhadap musuh."

Dalam konteks ancaman yang begitu nyata, keberadaan ruang bawah tanah yang kokoh dan tersembunyi di Lichtenau menjadi sangat masuk akal. Ia mungkin bukan sekadar gudang, melainkan benteng terakhir bagi para wanita dan anak-anak untuk bersembunyi saat para bangsawan yang bertikai saling menghancurkan di permukaan.




Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar

Rekomendasi