DPR Mendesak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Wakil Ketua Komisi III DPR RI mendesak kepolisian segera mengusut tuntas pelaku dan dalang di balik kasus penyiraman air keras Andrie Yunus, aktivis KontraS, yang mengancam iklim demokrasi.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Peristiwa keji ini terjadi setelah Andrie menyelesaikan rekaman siniar di kantor YLBHI, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan aktivis di Indonesia.
Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS, diserang oleh orang tidak dikenal (OTK) saat mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Akibat insiden tersebut, korban menderita luka bakar serius dan mengalami gangguan penglihatan, memerlukan penanganan medis darurat.
Insiden penyerangan ini terjadi pada malam hari, sekitar pukul 23.37 WIB, di mana dua pelaku berboncengan motor mendekati Andrie dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri. Motif di balik serangan brutal ini masih menjadi misteri, namun diduga kuat berkaitan dengan aktivitas Andrie sebagai aktivis.
DPR RI Mendesak Pengusutan Tuntas Kasus Andrie Yunus
Ahmad Sahroni menegaskan bahwa aksi teror terhadap aktivis tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak iklim demokrasi di Indonesia. Ia secara khusus meminta kepolisian untuk mengungkap motif di balik kekerasan ini, terutama jika terkait dengan aktivitas korban. Transparansi dalam pengusutan kasus ini menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Senada dengan Sahroni, anggota Komisi III DPR RI Soedison Tandra juga menyatakan komitmennya untuk mengawal proses penyelidikan. Soedison menekankan bahwa serangan terhadap keselamatan warga negara, terlepas dari latar belakangnya, harus diusut tuntas oleh aparat. Polisi memiliki kewajiban sebagai pelindung masyarakat untuk mengungkap kebenaran dan menangkap para pelaku. Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam memberikan rasa aman bagi seluruh elemen masyarakat.
Kronologi dan Dampak Serangan Air Keras Terhadap Andrie Yunus
KontraS sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Andrie Yunus menjadi korban penyerangan air keras oleh orang tak dikenal. Peristiwa tragis ini terjadi tak lama setelah Andrie menyelesaikan sesi rekaman siniar yang membahas isu militerisme dan judicial review UU TNI. Topik yang sensitif ini memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan motif di balik serangan tersebut.
Berdasarkan informasi awal, Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, ketika dua pelaku mendekatinya. Para pelaku yang juga menggunakan sepeda motor kemudian menyiramkan air keras dan segera melarikan diri dari lokasi kejadian. Kejadian berlangsung cepat, meninggalkan Andrie dalam kondisi terluka parah dan membutuhkan pertolongan segera.
Akibat serangan brutal ini, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada bagian tubuhnya, termasuk tangan dan kaki. Yang lebih mengkhawatirkan, cairan kimia tersebut juga mengenai mata korban, menyebabkan gangguan penglihatan yang serius. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama untuk menyelamatkan penglihatannya. Insiden ini menyoroti kerentanan para aktivis terhadap ancaman kekerasan dalam menjalankan tugasnya.
Sumber: AntaraNews