Usut Transparan Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Prabowo Didesak Bentuk Tim Investigasi Independen
Pembentukan tim investigasi penting untuk memastikan pengungkapan fakta kasus penyiraman air keras terhadap Andrie dilakukan secara objektif dan menyeluruh.
Tim Advokasi untuk Demokrasi mendesak agar Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kasus serangan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Staf Advokasi Internasional di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Afif Abdul Qoyim mengatakan pembentukan tim investigasi penting untuk memastikan pengungkapan fakta kasus penyiraman air keras terhadap Andrie dilakukan secara objektif dan menyeluruh.
“Desakan kami dari Tim Advokasi untuk Demokrasi ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia untuk membentuk tim investigasi independen dengan berkonsultasi kepada pendamping dan keluarga korban dalam pembentukannya untuk menjamin pengungkapan fakta yang objektif dan menyeluruh,” kata Afif dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Jakarta, Senin (16/3).
Keterlibatan Keluarga Korban di Tim Independen
Menurut Afif, keterlibatan keluarga dan pendamping korban dalam pembentukan tim investigasi independen diperlukan agar proses pengungkapan fakta berjalan transparan serta mampu menjangkau seluruh pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Selain itu, Tim Advokasi untuk Demokrasi juga menilai pembentukan tim investigasi independen merupakan langkah penting untuk memastikan proses penanganan kasus berjalan objektif serta memberikan kepastian hukum bagi korban.
“Serta memastikan keseluruhan pelaku dimintai pertanggungjawaban tanpa hambatan konflik kepentingan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” kata Afif.
Kronologi Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban dugaan penyiraman air keras di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/3). Korban mengalami luka pada sekujur tubuhnya. Saat ini, masih menjalani perawatan di RSCM.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif penyerangan.
Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat," kata Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Peristiwa bermula saat korban mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakpus. Tiba-tiba, ada orang tak dikenal yang menyiramkan cairan ke arah korban. Akibatnya korban terjatuh dari motornya dan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.
Usai kejadian, korban meminta bantuan rekannya berinisial RFA (30). Korban kemudian dibawa ke IGD RSCM untuk mendapatkan penanganan medis.
"Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta mata kanan. Saat ini korban masih menjalani perawatan," ujar dia.