Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga), Budi Setiyono, baru-baru ini menegaskan bahwa peran ayah dalam pengasuhan anak memiliki nilai krusial yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan atau AI. Pernyataan ini disampaikan dalam acara senam sehat yang diselenggarakan di Yogyakarta pada Minggu, 28 Juni, sebagai bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali fondasi keluarga di tengah gempuran teknologi modern.
Menurut Budi, tantangan terbesar yang dihadapi keluarga Indonesia saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan dominasi algoritma digital. Algoritma ini berpotensi menggeser peran vital orang tua, khususnya ayah, dalam membentuk karakter dan nilai-nilai luhur pada anak-anak. Teknologi digital, media sosial, hingga AI kini secara signifikan memengaruhi cara berpikir serta bertindak generasi muda, menciptakan kekhawatiran akan erosi nilai kebangsaan.
Peringatan Harganas ke-33 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi juga ajang untuk mengingat kembali nilai-nilai keluarga sebagai benteng utama bangsa. Dengan tema "Ayah Wajib Hadir", Kemendukbangga menekankan bahwa kehadiran fisik dan emosional ayah sangat fundamental. Hal ini bertujuan untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan karakter yang kuat dan ketahanan mental di era digital yang penuh tantangan.
Advertisement
Advertisement
Budi Setiyono menyoroti bahwa era digital membawa bentuk penjajahan baru yang berbeda dari masa lalu. Jika dahulu bangsa Indonesia berjuang melawan penjajah fisik, kini ancaman datang dari dominasi algoritma digital yang meresap ke dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Perangkat digital, media sosial, dan kecerdasan buatan semakin memengaruhi pola pikir serta perilaku generasi muda.
Kekhawatiran utama Kemendukbangga adalah potensi teknologi dan AI untuk mengikis kualitas hubungan dalam keluarga. Selain itu, dominasi digital juga dikhawatirkan dapat melemahkan nilai-nilai kebangsaan yang telah lama menjadi pilar identitas bangsa. Oleh karena itu, peringatan Harganas ke-33 menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali ikatan keluarga dan menanamkan nilai-nilai luhur.
Momentum Harganas diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya nilai-nilai keluarga yang telah menjadi fondasi bangsa sejak perjuangan kemerdekaan. Dengan demikian, keluarga dapat menjadi benteng pertama dalam menghadapi berbagai tantangan modern. Peran ayah tak tergantikan AI dalam menanamkan nilai-nilai ini menjadi sangat krusial.
Advertisement
Advertisement
Sesmendukbangga Budi Setiyono menjelaskan bahwa peran ayah jauh melampaui sekadar pencari nafkah bagi keluarga. Ayah memiliki tugas penting untuk hadir mendampingi anak-anak, memberikan keteladanan yang baik, serta menyediakan perlindungan. Kehadiran ayah juga berfungsi membimbing anak dalam menghadapi berbagai ancaman zaman yang semakin kompleks.
Ancaman tersebut meliputi penyalahgunaan narkoba, kekerasan remaja seperti klitih dan tawuran pelajar, hingga paparan radikalisme dan penyimpangan perilaku lainnya. Dalam konteks ini, figur ayah menjadi benteng pertama dan utama dalam membangun karakter serta ketahanan anak. Hal ini sangat penting agar mereka mampu menghadapi berbagai risiko yang muncul di era digital saat ini.
Oleh karena itu, peran ayah tak tergantikan AI dalam membentuk individu yang tangguh dan berintegritas. Kehadiran dan bimbingan langsung dari seorang ayah memberikan fondasi emosional dan moral yang kuat. Ini membantu anak-anak menavigasi kompleksitas dunia modern dengan lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Bagi anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah, pemerintah mendorong lingkungan sosial untuk mengambil peran sebagai sistem pendukung yang vital. Guru, tetangga, keluarga besar, tokoh agama, pengasuh, hingga pemimpin masyarakat diharapkan dapat memberikan pendampingan yang diperlukan. Tujuannya adalah memastikan setiap anak tetap memperoleh perhatian, bimbingan, dan perlindungan yang layak.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Kemendukbangga untuk memastikan kesejahteraan anak-anak, terlepas dari struktur keluarga mereka. Kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang suportif. Lingkungan ini membantu anak-anak berkembang secara optimal dan mengurangi dampak negatif dari ketiadaan figur ayah.
Peringatan Harganas ke-33 tahun 2026 mengusung tema "Ayah Wajib Hadir" sebagai pengingat kuat akan esensi peran ayah yang tidak boleh tergantikan oleh teknologi. Tema ini menegaskan bahwa interaksi manusiawi, khususnya dari seorang ayah, adalah elemen fundamental. Ini tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan atau perangkat digital dalam membentuk masa depan generasi penerus bangsa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews