Survei LSI: Publik Lebih Percaya Kejagung Dibandingkan Pengadilan, Polri dan KPK
Survei ini dilakukan pada 20-28 Januari 2025, dengan populasi seluruh warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis survei terbaru terkait kinerja penegakan hukum dan pemberantasan korupsi dalam 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dari empat lembaga penegak hukum yang ada, publik ternyata lebih percaya ada kinerja pada Kejaksaan Agung.
Mengacu hasil survei nasional yang dilakukan pada 20-28 Januari, publik yang menyatakan kepercayaannya pada lembaga Kejaksaan Agung mencapai 71 persen. Capaian itu jauh mengungguli tiga lembaga penegakan hukum lainnya. Di bawah Kejagung ada pengadilan 67 persen, KPK 65 persen, dan Polri 63 persen.
Capaian serupa juga terjadi ketika pertanyaan survei berkaitan kepercayaan publik pada lembaga dalam ha pemberantasan korupsi. Kejagung dinilai cukup dipercaya menangani kasus korupsi dibandingkan lembaga penegak hukum seperti Polri, pengadilan dan KPK. Sebanyak 67 responden mengaku cukup percaya dengan kinerja Kejagung. Disusul Pengadilan 65 persen, KPK 62 persen dan Polri 60 persen.
"Mayoritas warga saat ini percaya dengan Kejaksaan, pengadilan, KPK, dan Polridalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, Minggu (9/2).
Survei ini dilakukan pada 20-28 Januari 2025, dengan populasi seluruh warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1.200 responden. Margin of error survei diperkirakan sekitar 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.