Kabar Baik Calon Jemaah Asal Sidrap, Antrean Haji Kini Berkurang Jadi 26 Tahun
Dengan meningkatnya kuota haji, daftar tunggu untuk Kabupate Sidrap juga turun drastis dari 49 tahun menjadi 26 tahun.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan harapan daftar tunggu haji di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, terus berkurang seiring bertambahnya kuota haji.
Hal tersebut disampaikannya saat menjemput jemaah haji kelompok terbang (kloter) 2 Debarkasi Makassar asal Kabupaten Sidrap di Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (2/6/2026).
Syahar sapaan akrabnya mengaku bersyukur kuota haji Kabupaten Sidrap tahun ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2025. Dengan meningkatnya kuota haji, daftar tunggu untuk Kabupate Sidrap juga turun drastis dari 49 tahun menjadi 26 tahun.
"Sebelumnya, Sidrap ini salah satu daerah yang daftar tunggu hajinya paling lama di Indonesia yang mencapai 49 tahun. Tapi dengan adanya kebijakan baru ini, antrean haji Sidrap sisa 26 tahun," ujarnya kepada wartawan.
Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPW Partai NasDem Sulsel ini berharap kuota haji tahun 2027 untuk Kabupaten Sidrap bisa bertambah menjadi 1.500-an. Dengan angka tersebut, daftar antrean haji Sidrap bisa turun hingga belasan tahun.
"Mudah-mudahan kuota Sidrap tahun depan bisa meningkat dari tahun 2026 ini," kata mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
10.000 Warga Sidrap Menanti Berangkat Haji
Syahar mengatakan saat ini masih ada 10 ribu warga Sidrap yang masih menunggu mendapat porsi keberangkatan haji. Syahar yakin jumlah antrean calon jemaah haji Kabupaten Sidrap akan terus bertambah setiap tahunnya.
"Data Januari-Mei 2026, masyarakat yang mendaftar haji sudah ribuan. Di Bank BPD (Bank Sulselbar) saja sudah 1.600 orang (setor uang untuk mendaftar haji). Belum BSI, BRI dan bank lainnya. Artinya animo dan antusias masyarakat untu berangkat haji sangat tinggi," kata dia.
Sementara untuk kedatangan jemaah haji kloter 2 Debarkasi Makassar, Syahar mengatakan tahun ini sedikit berbeda. Alasannya, jemaah haji diimbau untuk tidak berpenampilan bling-bling saat tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar.
"Biasanya di pesawat mereka Ma'bello (berpenampilan bling-bling) atau merias sendiri. Tapi ini kebijakannya biar pakai seragam haji saja dulu," kata dia.
Meski demikian, Syahar mempersilakan jemaah haji melakukan tradisi Ma'bello saat sudah keluar dari Asrama Haji Sudiang Makassar. Syahar mengatakan jemaah haji asal Sidrap rencananya akan melakukan Ma'bello saat singgah di Masjid Al Markaz Maros.
"Nanti saat perjalan pulang kan singgah dii Maros. Nanti di Maros itu singgah untuk Ma'bello atau merias menggunakan pakaian yang khasnya orang Sidrap, biasa emasnya," ucapnya.