Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Nurkanaah, secara langsung menyerahkan santunan senilai Rp150 juta kepada dua guru yang menjadi korban kebakaran. Bantuan finansial ini berasal dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Dinas Pendidikan setempat. Penyerahan ini merupakan bentuk kepedulian nyata serta respons cepat terhadap musibah yang menimpa tenaga pendidik di Sidrap.
Kedua penerima santunan yang berhak adalah Melda Damayanti, seorang guru berdedikasi dari SD 10 Pangkajene, dan Marham Dance, guru dari SMK Sidrap. Mereka berdua mengalami kerugian signifikan akibat insiden kebakaran yang terjadi pada tanggal 19 Maret 2026 lalu. Kejadian tragis tersebut meninggalkan duka mendalam bagi kedua guru serta keluarga mereka yang terdampak langsung.
Nurkanaah menyampaikan rasa prihatin dan empati yang mendalam atas musibah ini saat kunjungannya di Makassar pada hari Jumat. Beliau berharap bahwa bantuan **santunan guru korban kebakaran Sidrap** ini dapat sedikit meringankan beban berat yang ditanggung para korban. Solidaritas luar biasa dari seluruh elemen dunia pendidikan Sidrap patut diapresiasi tinggi oleh semua pihak.
Advertisement
Advertisement
Dalam kesempatan penyerahan santunan, Wakil Bupati Nurkanaah didampingi oleh Sekretaris PGRI Sidrap beserta jajaran pengurus cabang dan kabupaten. Kehadiran para pejabat ini secara simbolis menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dan organisasi guru dalam mendukung anggotanya yang sedang membutuhkan. Nurkanaah secara khusus menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.
Nurkanaah mengungkapkan bahwa, "Semoga santunan ini dapat sedikit membantu dan menjadi bentuk kepedulian kita bersama, khususnya dari PGRI dan Dinas Pendidikan kepada dua tenaga pendidik yang sedang mengalami musibah." Pernyataan tulus ini menunjukkan harapan besar agar bantuan tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat konkret. Beliau juga memberikan apresiasi tinggi atas solidaritas yang telah ditunjukkan oleh keluarga besar dunia pendidikan di Sidrap.
Beliau menambahkan, "Kegiatan ini menjadi wujud nyata kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong dalam lingkungan dunia pendidikan di Kabupaten Sidrap, khususnya dalam membantu sesama yang tengah menghadapi cobaan." Solidaritas yang terjalin erat ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang senantiasa dijunjung tinggi dalam komunitas pendidikan. Inisiatif mulia ini diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi komunitas lain di seluruh wilayah.
Advertisement
Advertisement
Sekretaris PGRI Sidrap, Muslimin, menjelaskan secara rinci mengenai mekanisme pengumpulan dan asal-usul dana santunan yang terkumpul. Dana tersebut merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak yang peduli, termasuk partisipasi aktif dari peserta didik, guru, serta seluruh unsur pendidik di Kabupaten Sidrap. Hal ini menunjukkan partisipasi aktif dan semangat gotong royong dari seluruh elemen pendidikan.
Total bantuan **santunan guru korban kebakaran Sidrap** yang berhasil dihimpun dan diserahkan mencapai angka Rp150.762.000. Jumlah yang signifikan ini secara jelas mencerminkan besarnya dukungan dan kepedulian mendalam dari komunitas pendidikan terhadap rekan-rekan mereka. Upaya penggalangan dana ini dilakukan dengan penuh semangat kebersamaan dan rasa kekeluargaan.
Muslimin berharap agar bantuan yang telah diserahkan ini dapat meringankan beban finansial para korban dalam memenuhi kebutuhan mendesak pascakejadian. Kebutuhan mendesak ini bisa meliputi perbaikan rumah yang rusak parah atau pembelian kembali barang-barang berharga yang hilang terbakar. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi Melda Damayanti dan Marham Dance, sehingga mereka dapat kembali beraktivitas normal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews