Ratusan jemaah calon haji (JCH) asal Papua mulai memasuki pemondokan Asrama Haji Sudiang, Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan. Kedatangan ini menandai dimulainya proses keberangkatan mereka menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Papua mengawal langsung para JCH ini hingga ke asrama.
Kepala Kanwil Kemenhaj Papua, Musa Narwawan, menyatakan bahwa total JCH asal Papua sesuai kuota adalah 933 orang. Mereka dijadwalkan masuk pemondokan pada pukul 19.00 Wita, siap untuk menjalani tahapan selanjutnya sebelum keberangkatan. Proses ini berjalan lancar dengan koordinasi yang baik dari pihak Kanwil Kemenhaj Papua.
Kanwil Kemenhaj Papua sendiri membawahi tiga provinsi baru di wilayah tersebut, memastikan seluruh JCH dari daerah-daerah ini terakomodasi dalam kuota yang telah ditetapkan. Kehadiran Kemenhaj yang baru dibentuk ini membawa penyesuaian dalam pengelolaan dan kuota haji bagi jemaah dari Papua.
Advertisement
Advertisement
Jemaah calon haji asal Papua telah tiba di Asrama Haji Sudiang, Embarkasi Makassar, untuk memulai rangkaian persiapan ibadah haji. Sebanyak 933 JCH Papua yang merupakan gabungan dari empat provinsi akan diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang (kloter). Kanwil Kemenhaj Papua bertanggung jawab atas koordinasi JCH dari provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan, yang kuotanya masih menginduk pada Kanwil Kemenhaj Papua.
Kepala Kanwil Kemenhaj Papua, Musa Narwawan, menegaskan komitmen pihaknya dalam melayani seluruh JCH. Kedatangan mereka di Makassar menjadi langkah awal sebelum terbang ke Arab Saudi. Seluruh JCH akan mendapatkan fasilitas dan bimbingan yang diperlukan selama berada di asrama haji.
Advertisement
Jemaah calon haji asal Papua akan terbagi ke dalam tiga kloter keberangkatan dari Embarkasi Makassar. Dua kloter di antaranya, yaitu kloter 27 dan 29, akan diisi penuh oleh JCH asli Papua. Ini menunjukkan jumlah signifikan jemaah dari wilayah tersebut yang siap menunaikan rukun Islam kelima.
Sementara itu, satu kloter lainnya, yakni kloter 31, akan menjadi kloter gabungan. JCH Papua pada kloter ini akan bergabung dengan jemaah dari Provinsi Sulawesi Selatan. Pembagian kloter ini merupakan bagian dari pengaturan logistik dan efisiensi keberangkatan haji.
Advertisement
Terdapat perubahan signifikan dalam kuota haji untuk Provinsi Papua setelah pembentukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Sebelumnya, pada tahun 2025, saat masih di bawah Kementerian Agama (Kemenag), kuota haji Papua mencapai 1.076 calon haji. Namun, setelah beralih ke Kemenhaj, kuota tersebut menurun menjadi 933 orang.
Musa Narwawan menjelaskan bahwa skema pembagian kuota haji disesuaikan dengan jumlah penduduk Muslim di setiap wilayah. Rumus pembagian yang digunakan adalah seribu per jumlah penduduk Muslim yang ada di wilayah masing-masing. Pembentukan Kemenhaj sendiri terjadi pada September 2025, dengan pelantikan menteri pertamanya pada 8 September 2025.
Sumber: AntaraNews
Advertisement