Heboh Guru SMP di Palembang Disekap, Diancam Bakal Dibunuh Pakai Pisau
Penyekapan terjadi sebelum jam pelajaran dimulai, Selasa (4/2) pagi. Korban yang baru tiba langsung ditarik pelaku ke ruangan guru.
Seorang guru olahraga, TT (30), menyekap guru perempuan, ML (52), di ruang guru salah satu SMP negeri di Palembang. Korban sudah lama diancam pelaku bahkan telah dilaporkan ke polisi.
Penyekapan terjadi sebelum jam pelajaran dimulai, Selasa (4/2) pagi. Korban yang baru tiba langsung ditarik pelaku ke ruangan guru.
Pelaku lantas mengganjal pintu agar orang lain tak bisa masuk. Pelaku mengeluarkan pisau dan mengancam membunuh korban.
Beruntung, rekannya menghubungi polisi dan pelaku dapat diamankan.
Pelaku Sering Intimidasi Korban
Korban ML mengaku sudah sering mendapat perlakuan kasar oleh pelaku. Pelaku mengintimidasi hingga merusak laci dan mengambil berkas-berkas penting miliknya.
Pria itu bahkan pernah menodongkan pistol ke wajahnya dan mengancam akan menembaknya. Takut ancaman benar-benar terjadi, korban tak datang ke sekolah sejak dua bulan lalu.
"Saya takut diancam-ancam, pakai pistol segala, saya ada fotonya, saya takut ke sekolah. Nah baru tadi pagi dia menyekap saya dan mengancam membunuh saya," ungkap ML.
Penyebab Penyekapan
ML mengaku keributan dengan pelaku sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Pelaku protes karena tidak mendapat nilai kinerja.
Protes itu dijawab korban bahwa penilaian merupakan wewenang kepala sekolah. Terlebih lagi, pelaku tidak mengisi penilaian kinerja dalam aplikasi yang tersedia.
"Awalnya gara-gara dia tidak dapat penilaian kinerja. Saya bilang itu wewenang kepala sekolah, tapi dia tidak senang dan marah-marah," ungkap ML, Selasa (4/2).
Sejak saat itu pelaku mengintimidasi korban dengan cara menodongkan pistol bahkan penyekapan di ruang guru sambil mengacungkan pisau. Ketakutan, korban tak masuk kerja selama dua bulan terakhir.
"Dia ingin membunuh saya, setiap hari dia meneror saya pakai pistol, sempat dikeluarkan, tapi dihalangi teman. Saya ada fotonya," kata ML.
Dimediasi Kepala Sekolah
Keributan korban dan pelaku sebelumnya sudah dimediasi kepala sekolah dengan menghadirkan keduanya hingga membuat surat pernyataan.
Namun pelaku kembali meneror korban yang membuatnya melapor ke polisi pada 17 Januari 2025 dan mengadu ke Dinas Pendidikan Palembang.
"Saya terpaksa melapor karena takut benar-benar ditembak," kata ML.
Polisi Turun Tangan
Kasus pengancaman itu telah dilaporkan ML ke polisi pada 17 Januari 2025 dan mengadu ke Dinas Pendidikan Palembang. Dia berharap pelaku tak lagi mengganggunya yang membuat suasana di sekolah tidak aman.
"Tiap hari mencari saya, meneror saya, dan mau membunuh. Makanya saya lapor polisi, tapi tadi pagi malah saya kena sekap di ruangan," kata ML.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang AKP Ricky Mozam membenarkan peristiwa itu. Namun ia belum memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalam pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi.
"Benar, tapi masih pendalaman," kata Ricky.