Perampok Bobol Rumah di Pangalengan Bandung, Ibu dan Anak Disekap lalu Dipukuli
Seorang ibu berinisial NF (37) dan anaknya yang masih berusia 15 tahun menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Aksi perampokan disertai penyekapan terjadi di sebuah rumah di Kampung Padawaas, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Seorang ibu berinisial NF (37) dan anaknya yang masih berusia 15 tahun menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Pangalengan, AKP Rachmat Koswara, menjelaskan kejadian itu berlangsung pada Kamis (23/4) dini hari. Saat itu, korban tengah tertidur di dalam kamar ketika tiga pelaku masuk ke rumah dengan cara merusak jendela.
"Telah terjadi dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mana diduga pelaku masuk dengan cara merusak jendela rumah," kata dia melalui keterangan yang diterima, Jumat (24/4).
Korban Diancam dan Dianiaya
Setelah berhasil masuk, para pelaku langsung menuju kamar korban. Mereka mengancam korban agar tidak berteriak dengan menggunakan senjata tajam jenis golok. Bahkan, pelaku mengancam akan menghabisi nyawa korban jika melawan.
Tak hanya itu, korban juga mengalami kekerasan fisik. Pelaku sempat memukul korban sebanyak lima kali di bagian wajah dan tangan.
"Masuk ke dalam kamar pelapor dengan merusak kunci kamar," ucap dia.
Disekap dan Harta Benda Digasak
Dalam kondisi terancam, korban tidak dapat berbuat banyak. Para pelaku kemudian mengikat korban dan anaknya menggunakan tali rafia hingga keduanya tak berdaya.
Setelah memastikan situasi aman, pelaku menggasak sejumlah barang berharga milik korban, di antaranya satu unit sepeda motor, perhiasan, serta dua unit telepon genggam.
"Perhiasan kurang lebih Rp 5 juta," kata dia.
Pelaku Masih Diburu Polisi
Usai menjalankan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri. Korban yang berhasil melepaskan diri kemudian meminta pertolongan kepada tetangga sekitar.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Aparat terus memburu para pelaku yang hingga kini belum tertangkap.
"Pelaku dalam lidik," kata dia.