Kodim Cianjur Pastikan Pelaku Perampokan Cianjur Bukan Anggota TNI, Senjata Hanya Airsoftgun

Komando Distrik Militer 0608/Cianjur membantah tegas keterlibatan TNI dalam kasus pelaku perampokan Cianjur yang sempat viral, menegaskan pelaku adalah warga sipil dan senjata yang digunakan hanyalah airsoftgun.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kodim Cianjur Pastikan Pelaku Perampokan Cianjur Bukan Anggota TNI, Senjata Hanya Airsoftgun
Komando Distrik Militer 0608/Cianjur membantah tegas keterlibatan TNI dalam kasus pelaku perampokan Cianjur yang sempat viral, menegaskan pelaku adalah warga sipil dan senjata yang digunakan hanyalah airsoftgun. (AntaraNews)

Komando Distrik Militer (Kodim) 0608/Cianjur, Jawa Barat, dengan tegas membantah keterlibatan institusinya dalam insiden perampokan. Peristiwa ini sempat meresahkan warga setempat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dua individu yang mengaku sebagai anggota TNI saat beraksi kini dipastikan merupakan warga sipil biasa.

Kepala Staf Kodim 0608/Cianjur, Mayor Cba Ujang Rohmat, pada Jumat, mengungkapkan hasil pendalaman video yang beredar. Penyelidikan menyeluruh menunjukkan bahwa klaim pelaku sebagai anggota TNI adalah berita bohong. Informasi ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik yang sempat khawatir.

Mayor Ujang Rohmat juga menjelaskan bahwa senjata yang digunakan oleh para pelaku perampokan Cianjur tersebut bukanlah senjata api sungguhan. Senjata yang mereka pakai hanyalah airsoftgun, bukan alat militer. Dengan demikian, aksi perampokan ini sama sekali tidak memiliki kaitan dengan TNI atau kesatuan militer manapun.

Klarifikasi Kodim Cianjur Terkait Isu Keterlibatan TNI

Mayor Cba Ujang Rohmat menegaskan bahwa video yang beredar luas di media sosial, yang menyebutkan kedua pelaku sebagai anggota TNI, adalah informasi palsu. Video tersebut menampilkan aksi perampokan di rumah warga di Kecamatan Cilaku, Cianjur, yang sempat menimbulkan keresahan. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah termakan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Pihak Kodim 0608/Cianjur secara transparan menyatakan bahwa setelah dilakukan penelusuran mendalam, terbukti bahwa senjata yang ditenteng pelaku adalah airsoftgun. Ini membantah narasi awal yang menyebutkan penggunaan senjata api. Klarifikasi ini penting untuk menjaga nama baik institusi TNI di mata masyarakat.

Tindakan kriminal yang dilakukan oleh kedua individu ini, menurut Kodim, berkaitan dengan masalah gadai kendaraan. Salah satu dari pelaku perampokan Cianjur tersebut telah berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian. Pelaku yang tertangkap telah diserahkan sepenuhnya kepada Polres Cianjur untuk proses hukum lebih lanjut.

Detik-detik Aksi Perampokan dan Penanganan Kasus

Video aksi perampokan yang dilakukan oleh kedua pelaku di Perumahan Pataruman Regency, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, sempat direkam oleh warga dan menjadi viral. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat membawa senjata dan mengaku sebagai anggota TNI, menciptakan suasana mencekam bagi warga sekitar. Kejadian ini menjadi perhatian publik karena keberanian pelaku.

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut tidak dapat berbuat banyak karena ketakutan melihat senjata yang dikeluarkan pelaku dari dalam tasnya. Mereka hanya bisa mengamati saat pelaku mengacak-acak rumah korban. Beberapa warga mencoba merekam dengan kamera ponsel mereka. Situasi ini menunjukkan betapa arogannya tindakan para pelaku tersebut.

Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa kedua pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mendobrak pintu depan. Setelah berhasil masuk, mereka mengambil beberapa berkas penting dari dalam rumah sebelum akhirnya pergi meninggalkan lokasi. Tidak ada warga yang berani menghalangi aksi mereka karena ancaman senjata yang ditenteng secara arogan.

Dengan penangkapan salah satu pelaku dan penyerahan kasus ke Polres Cianjur, pihak kepolisian kini bertanggung jawab penuh atas penyelidikan dan penegakan hukum. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang. Kodim Cianjur akan terus mendukung upaya penegakan hukum demi keamanan dan ketertiban.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi