Satpam Cekcok dengan Polisi Pindah Kerja ke Gedung Sate

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Fiktor akan bertugas sebagai satpam di kawasan Gedung Sate.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Satpam Cekcok dengan Polisi Pindah Kerja ke Gedung Sate
Pengemudi Alphard yang terlibat cekcok dengan petugas keamanan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, dijadwalkan bertemu dengan satpam bernama Fiktor Harefa di Mapolsek Metro Menteng, Jumat (24/7/2026).

Fiktor Harefa, satpam proyek MRT Jakarta yang sebelumnya cekcok dengan tiga polisi, berencana pindah kerja di Bandung. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Fiktor akan bertugas sebagai satpam di kawasan Gedung Sate.

"Fiktor Harefa, satpam yang kemarin ramai di Bundaran HI. Beliau berniat pindah kerja di Bandung," ujar Dedi dalam keterangannya, Sabtu (25/7).

Dedi menjelaskan, Fiktor merupakan warga Pasteur, Kota Bandung. Karena itu, pihaknya memfasilitasi kepindahan Fiktor agar dapat bekerja lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Menurut Dedi, Fiktor menyampaikan langsung keinginannya untuk pindah saat bertemu dengannya. Rencananya, Fiktor akan ditempatkan sebagai petugas keamanan di area Gedung Sate.

"Beliau sengaja datang bertemu saya hari ini ingin pindah kerja sebagai security, jadi rencananya Insya Allah nanti pindah kerja sebagai sekuriti di Jakarta pindah menjadi di Bandung," kata Dedi.

Meski demikian, Dedi belum memastikan kapan Fiktor mulai bertugas. Dia hanya menyebut penempatan akan dilakukan di sekitar Gedung Sate yang saat ini masih menjalani proyek penataan kawasan.

"Nanti saja sekitar Gedung Sate yang hari ini lagi proyek pembangunan penataan area halaman Gedung Sate," tutupnya.

Fiktor Diintimidasi Polisi Polda Jabar

Sebelumnya, tiga anggota Polda Jabar yaitu Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW mengintimidasi Fiktor di kawasan Bundaran HI. Meskipun sudah berdamai, penegakan disiplin terhadap tiga anggota itu tetap berjalan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang telah dilakukan Bid Propam Polda Jabar, ditemukan dugaan pelanggaran kode etik sebagaimana diatur dalam Perpol Nomor 7 Tahun 2022.

Selanjutnya, ketiga anggota itu akan menjalani sidang etik. Polda Jabar berkomitmen untuk menindak tegas tiap anggota yang melanggar aturan.

Kronologi Cekcok versi Satpam

Fiktor sempat mengungkapkan kronologi cekcok dengan pengemudi dan penumpang Alphard di Bundaran HI. Belakangan diketahui, pengemudi dan penumpang tersebut anggota Polda Jabar.

Menurutnya, peristiwa bermula ketika dia sedang berjaga di penyeberangan saat lampu lalu lintas berganti merah untuk kendaraan dan memberi kesempatan pejalan kaki menyeberang.

“Pada awal kejadian kami lagi menunggu lampu merah di Bundaran HI. Setelah lampu merah tiba, giliran pejalan kaki yang lewat. Pada saat itu juga ada salah satu mobil yang menerobos lampu merah tersebut,” ujarnya seperti dikutip dalam rekaman video yang beredar, Kamis (23/7/2026).

Karena kesal, dia mengaku memukul kaca mobil sambil meneriakkan agar pengemudi berhenti.

“Karena saya kesal, saya pukul kaca mobilnya. Saya teriak, ‘Woi, lampu merah!'” katanya.

Dia mengaku kemudian menghampiri mobil yang bergerak perlahan dan kembali menegur pengemudi.

“‘Woi Pak, lampu merah. Saya cuma menyelamatkan nyawa orang lain.’ Terus dia tidak buka kaca mobilnya,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, tiga orang kemudian keluar dari mobil, termasuk sopir, lalu terjadi aksi saling dorong.

“Yang dua orang di sebelah kiri keluar, mereka keluar bertiga. Dan sopirnya juga keluar. Mereka dorong-dorong saya,” katanya.

Untuk menghindari keributan di tengah jalan, dia mengaku mengajak seluruh pihak menuju Pos Polisi Thamrin agar persoalan diselesaikan di hadapan petugas.

“Karena saya lihat di belakang saya banyak kendaraan, saya inisiatif membawa atau menyelesaikan masalah tersebut di Pos Polisi,” ucapnya.

Dia mengklaim sepanjang perjalanan menuju pos polisi masih terjadi aksi saling dorong. Sesampainya di lokasi, dia mengetuk pintu pos polisi sebelum akhirnya Kepala Pospol datang.

Di dalam pos polisi, satpam tersebut mengaku sempat menjelaskan kronologi kejadian. Menurut dia, Kepala Pospol kemudian menegur tindakannya karena memukul kaca mobil.

“‘Kamu salah, kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil,’” kata Vicol menirukan ucapan Kepala Pospol.

Setelah mendengar penjelasan itu, dia mengaku memilih meminta maaf kepada pengemudi Alphard.

“Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas,” ujarnya.

Namun, menurut pengakuannya, persoalan belum berhenti setelah mediasi selesai. Saat keluar dari pos polisi, dia mengaku kembali dimarahi pengemudi Alphard.

“Kerah baju saya ini diangkat sama sopirnya sambil ngomong, ‘Woi! Jangan kayak preman di sini lu! Kamu kerja yang bener aja! Tatap mata saya!’” tuturnya.

Dia mengatakan hanya merespons dengan mengakui kesalahannya.

“‘Siap, siap, saya salah, Pak,’” katanya.

Rekomendasi