Polisi meringkus tiga pelaku pencurian 87 gram emas dan uang Rp20 juta milik aparatur sipil negara (ASN) di Tanjung Raja, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Mereka ditembak di kaki karena berusaha melarikan diri.
Ketiga pelaku adalah AS (28), DA (31), dan AM (43) yang diamankan dalam penggerebekan di Indralaya, Ogan Ilir, Jumat (6/2). Polisi masih memburu dua pelaku lagi.
"Benar, tiga pelaku kami amankan dan dua buron," ungkap Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, Sabtu (7/2).
Bagus menyebut dalam penggerebekan turut diamankan sekitar 38 gram emas. Polisi juga tengah memeriksa ibu salah satu pelaku yang menyimpan hasil curian.
"Salah satu tersangka menitipkan emas itu ke ibunya, sekarang masih diperiksa," kata Bagus.
Advertisement
Para tersangka masuk ke rumah saat ditinggal korban pergi menghadiri ruwahan keluarga di Palembang pada Minggu (1/2) pukul 02.00 WIB. Mereka masuk dengan cara mencongkel pintu samping menggunakan besi.
Setelah berhasil masuk, para tersangka menggasak sejumlah barang berharga milik korban. Di antaranya perhiasan emas, uang tunai puluhan juta rupiah, dan dua unit telepon genggam.
"Mereka membagi hasil curian lalu pulang ke rumah masing-masing," kata Bagus.
Diketahui, pencurian terjadi saat rumah korban, SR, di Tanjung Raja Selatan, Tanjung Raja, Ogan Ilir, dalam kondisi tak ada orang, Minggu (1/2) malam. Ketika itu pemilik rumah berangkat ke Palembang untuk menghadiri ruwahan.
Korban kaget isi rumahnya dalam keadaan berantakan dan emas senilai Rp400 juta lebih dan uang puluhan juta tak lagi di tempat. ASN yang bertugas di Kelurahan Tanjung Raja Timur itu langsung melapor ke polisi.
Dari pengakuan korban, emas yang hilang tak seluruhnya miliknya. Ada beberapa gram milik ibunya juga turut digondol maling.