Nasib Tragis Bocah 12 Tahun Tewas dengan Belasan Luka Tusuk di Kebun Karet, Diduga Melawan saat Dirampok
Korban yang diketahui berinisial ZD pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang sedang menyadap.
Warga Desa Sungutan, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, digegerkan oleh penemuan jasad seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di area kebun karet. Polisi menduga, korban tewas akibat aksi perampokan yang disertai kekerasan.
Korban yang diketahui berinisial ZD pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang sedang menyadap karet pada Kamis (17/4). Saat ditemukan, tubuh korban berada dalam posisi tengkurap di bawah pohon karet.
Usai menemukan jasad tersebut, saksi segera pulang untuk memberi tahu warga dan aparat desa. Informasi itu dengan cepat menyebar, hingga warga bersama pihak kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah memasang garis polisi, petugas kemudian membawa jenazah korban ke kamar mayat untuk keperluan autopsi. Langkah tersebut juga telah mendapat persetujuan dari pihak keluarga demi mengungkap penyebab pasti kematian korban.
"Benar, korban ditemukan meninggal di kebun karet. Kondisinya masih berpakaian lengkap," ungkap Kapolsek Pangkalan Lampam Iptu Suroto, Jumat (16/4).
Luka Tusuk dan Dugaan Perlawanan
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka tusuk di bagian depan tubuh korban. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa korban menjadi korban pembunuhan. Dari luka-luka tersebut, polisi menilai korban sempat melakukan perlawanan saat aksi kejahatan terjadi. Namun, tenaga korban diduga tidak mampu mengimbangi pelaku.
"Ada belasan luka tusuk dan sayat, semuanya di bagian depan tubuh korban seperti perut, tangan, dan dada. Karena itu dugaannya akibat perampokan disertai pembunuhan," kata Suroto.
Motor dan Ponsel Korban Hilang
Dugaan perampokan semakin kuat setelah diketahui barang milik korban, seperti sepeda motor dan ponsel, hilang dari lokasi. Sepeda motor tersebut diketahui dipinjam korban dari temannya untuk membeli makanan yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.
"Dugaannya dirampok lalu dibunuh dan dibuang ke TKP," kata Suroto.
Kapolsek menjelaskan bahwa lokasi penemuan jasad korban berada cukup jauh dari permukiman warga, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyelidikan.
Saat ini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tragis ini.
"Pelaku masih lidik, kita usut sampai terungkap dengan jelas," tutup Suroto.