Sadis, Pria Ini Rampok dan Bunuh Bocah 12 Tahun Gara-Gara Kesal Sering Diejek
Tak hanya membunuh, tersangka juga membawa kabur sepeda motor dan ponsel milik korban dengan maksud menguasai.
Penyebab kematian bocah berusia 12 tahun inisial S yang ditemukan di kebun karet di Pangkalan Lampam, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, beberapa hari lalu akhirnya terungkap. Korban dirampok dan dibunuh orang yang cukup mengenal dan dekatnya.
Pelaku adalah seorang pemuda inisial M (23), warga sekampung dengan korban. Dia ditangkap tim gabungan di Kayuagung OKI, Senin (27/4).
"Benar, tersangka sudah ditangkap kemarin," kata Kasi Humas Polres OKI Iptu Hendi Yusrian, Selasa (28/4).
Pembunuhan Direncanakan
Hendi mengungkapkan, tersangka sudah merencanakan pembunuhan. Dia berdalih sakit hati dengan ejekan korban terhadapnya yang disebutnya kerap kali terjadi.
Tersangka mengaku rencana itu dia eksekusi begitu bertemu dengan korban yang mengendarai sepeda motor seorang diri. Tersangka lantas mengajak bocak ke kebun karet hingga terjadi pembunuhan.
"Motifnya karena sakit hati, tersangka mengaku sering diejek korban," kata Hendi.
Tak hanya membunuh, tersangka juga membawa kabur sepeda motor dan ponsel milik korban dengan maksud menguasai. Karena itulah, penyidik juga menjerat tersangka dengan pasal perampokan.
"Ada beberapa barang korban diambil tersangka usai pembunuhan terjadi," kata Hendi.
Dalam kasus ini, penyidik menggunakan Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 479 ayat (3) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, dan Pasal 80 ayat (3) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak untuk menjerat tersangka.
"Kami akan berikan pasal maksimal karena perbuatan tersangka terbilang sadis," kata Hendi.
Diketahui, S ditemukan tewas di kebun karet dengan kondisi banyak luka tusuk dan sayat di tubuhnya di kebun karet di Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI, Sumsel, Kamis (16/4). Penemuan itu sontak membuat masyarakat setempat heboh dan berbondong-bondong mendatangi lokasi yang cukup jauh dari pemukiman.
Warga melihat korban dalam posisi terlungkup di semak-semak dengan masih mengenakan pakaian lengkap. Polisi datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan olah TKP.
Saat tubuhnya di balik, korban ternyata tinggal di desa tersebut. Sontak hal itu membuat warga, terutama keluarganya yang turut menyaksikan histeris. Mereka tak menduga korban tewas mengenaskan.
Dari informasi diperoleh polisi, korban dikabarkan pergi menggunakan sepeda motor yang dipinjam dari temannya untuk membeli nasi tak jauh dari rumahnya, Rabu (15/4) malam. Dalam perjalanan, korban diduga dirampok dan dibunuh lalu dibuang ke kebun.