Warga Simokerto Geger, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Bersimbah Luka Tusuk
Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik menjelaskan bahwa korban memiliki hubungan kekerabatan dengan salah satu terduga pelaku.
Seorang pria berinisial M (50) ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusuk di bagian dada serta luka di kepala di kawasan Jalan Pragoto Nomor 37, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Kamis (23/4) pagi. Penemuan jasad korban bermula dari laporan warga sekitar yang kemudian ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi.
Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik menjelaskan bahwa korban memiliki hubungan kekerabatan dengan salah satu terduga pelaku. Informasi awal menyebutkan korban sempat beristirahat di rumah kerabat sebelum kejadian.
"Jadi informasi yang kita kantongi, permasalahannya ini antara korban dengan tersangka, keterangan dari adik keluarga, ini masih ada hubungan kerabat. Dan juga informasinya memang si tersangka ini tadi malam habis tidur di rumahnya saudara,” kata Zainur.
Pelaku Lebih dari Dua Orang
Polisi menduga jumlah pelaku lebih dari dua orang. Hal ini diperkuat dengan keterangan saksi-saksi yang sempat mengetahui perkara tersebut.
"Informasi lebih dari dua orang," ujarnya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban mengalami luka akibat benda tajam di bagian dada serta luka di kepala. Polisi masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk memastikan penyebab kematian secara detail.
“Lukanya ini hasil olah TKP, di dada ada sabetan atau penancapan benda tajam, dan juga di kepala. Nanti untuk lanjutnya hasil otopsi,” jelas Zainur.
Waktu kejadian diperkirakan antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi. Polisi kini menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk memastikan kronologi kejadian.
“Keterangan saksi antara jam 5 sampai jam 7. Jadi jamnya masih kita cek dari CCTV itu nanti jam berapanya,” katanya.
Kawasan Rumah Susun
Selain itu, polisi memperoleh informasi awal bahwa peristiwa tersebut diduga bermula dari kawasan rumah susun (rusun) sebelum berlanjut hingga lokasi ditemukannya korban di Jalan Pragoto. Barang bukti yang telah diamankan antara lain pakaian dan sepatu milik korban.
Kompol Zainur menambahkan, pihaknya telah memeriksa dua hingga tiga orang saksi dari kawasan rusun maupun sekitar lokasi kejadian. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara.
“Kurang lebih dua sampai tiga saksi. Nanti kita tambah lagi saksi-saksi yang lain,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami apakah kasus tersebut merupakan aksi pengeroyokan atau dilakukan secara terencana oleh lebih dari satu pelaku. Dugaan motif asmara disebut sebagai salah satu informasi awal, namun masih perlu pendalaman lebih lanjut.
“Kabar yang kita dengar seperti itu, memang karena asmaranya itu dikhianati,” ujarnya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani autopsi, sementara aparat kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku.