Fakta Baru, Berseragam Polisi AKBP Basuki Pernah Jemput Dwinanda Dosen Untag Tewas di Kampus
Dia mengaku kenal cukup dekat dengan Levi, bahkan sering menyebut dosen hukum pidana tersebut sudah dianggap seperti anaknya sendiri.
Dosen senior di Fakultas Hukum (FH) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Kastubi meyakini hubungan antara Dwinanda Lincia Levi dan AKBP Basuki telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Terjadinya hubungan itu karena sudah lama rekan sesama dosen itu mengidolakan polisi.
"Memang kalau dari cerita dia, dulu suka mengidolakan polisi. Senang dekat dengan anggota polisi, saya juga tidak tahu alasannya. Sebelum dengan AKBP Basuki, Levi juga pernah pacaran dengan polisi, tapi putus," kata Kastubi, Jumat (21/11).
Dia mengaku kenal cukup dekat dengan Levi, bahkan sering menyebut dosen hukum pidana tersebut sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Bahkan, sesekali menasihati, ia pernah mengejek Levi soal suka selera dengan anggota polisi yang usianya jauh lebih tua. Diketahui saat ini usia AKBP Basuki 56 tahun, sedangkan Levi 35 tahun.
"Saya pernah bercanda, Pacarmu kok tua? Saya bilang begitu. Dia cuma ketawa," celetuknya.
Tanpa sungkan, Kastubi pernah langsung menanyakan siapa laki-laki yang menjemput Levi itu. kata dia, Levi bahkan menjawab jujur bahwa pria yang diketahui bernama AKBP Basuki adalah pacarnya.
"Hal-hal yang menjurus ke persoalan pribadi itu saya pernah dua kali saat acara fakultas melihat Levi dijemput seorang laki-laki memakai bajunya anggota polisi," ujarnya.
Mendengar pengakuan itu, lantas ia tidak melarang Levi berhubungan dengan siapa pun. Dia kemudian memberikan nasihat agar Levi berhati-hati ketika menjalin hubungan asmara dengan seorang anggota polisi.
"Hati-hati nak (nduk) pacaran sama polisi. Karena banyak polisi itu sumbu pendek, gampang emosional. Contoh pacarnya jalan dengan laki-laki lain bisa marah," jelasnya.
Kaget Terima Kabar Rekannya Tewas
Bahkan, Kastubi sudah pernah dua kali memberikan nasihat tersebut kepada Levi pada Jumat 14 November 2025 lalu. Namun, pada senin 19 November 2025 mengaku syok ketika mendengar Levi meninggal secara tragis.
"Jadi selama seminggu terakhir Levi tampak bugar serta tidak menunjukkan tanda-tanda sedang sakit," ujarnya.
Perjuangkan Proses Hukum
Kini, Kastubi yang tergabung dalam Tim Hukum Untag Semarang tengah berupaya untuk memperjuangkan proses hukum untuk mencari keadilan atas kematian Levi yang penuh kejanggalan.
"Kami meminta kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk pemeriksaan forensik digital terhadap handphone maupun rekaman CCTV di sekitar kostel," pungkasnya.