Diiming-imingi Baju Baru, Bocah Penjual Krupuk di Makassar Disekap dan Dirudapaksa
Kasus ini terungkap saat korban berhasil kabur dari kamar indekos pelaku.
Seorang bocah penjual krupuk berusia 11 tahun menjadi orban penyekapan dan rudapaksa oleh orang tak dikenal (OTK) di Kecamatan Manggala, Makassar. Kini polisi memburu pelaku.
Kepala Kepolisian Sektor Manggala Komisaris Semuel To'longan membenarkan adanya kasus bocah penjual krupuk menjadi korban penyekapan dan rudapaksa. Semuel menyebut kasus ini terungkap saat korban berhasil kabur dari kamar indekos pelaku.
"Kasus ini langsung kami serahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar untuk penanganan lebih lanjut," ujar Semuel melalui keterangan tertulisnya, Minggu (13/4).
Semuel menjelaskan kronologi penculikan saat korban berjualan krupuk di Jalan Letjen Hertasning Makassar. Saat itu, OTK yang mengendarai motor mendatangi korban.
"Pelaku mendekati dan membujuk korban dengan iming-iming akan memberikan baju baru dan beras jika mau ikut dengannya," ungkapnya.
Saat korban tertarik, pelaku mengajak korban ke indekosnya. Saat itulah korban disekap oleh pelaku.
"Pelaku mengikat tangan korban menggunakan lakban hitam, menutup mulutnya, sebelum akhirnya melakukan tindakan pelecehan seksual," bebernya.
Korban Kabur Saat Pelaku Tertidur
Semuel mengungkapkan korban berhasil kabur saat pelaku tertidur usai menyetubuhinya. Korban akhirnya menyampaikan kepada orang tuanya dan langsung mendatangi indekos tempat pelaku.
"Sebelum keluarga korban datang ke lokasi, pelaku sudah kabur. Keluarga korban yang emosi sempat merusak kamar indekos pelaku," kata Semuel.
Semuel menambahkan sudah meminta keterangan pemilik indekos. Hanya saja, pemilik indekos tak mengenal pelaku.
"Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung intensif," kata dia.
Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar. Korban saat ini sedang mendapatkan pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma.
Sebelumnya, heboh video seorang anak dijemput oleh ibunya. Diduga anak tersebut merupakan korban penyekapan dan rudapaksa.