Kinerja Tertekan, Laba PT BRI Multifinance Indonesia Turun 12,53 Persen Pada 2025
Dari sisi operasional, penyaluran pembiayaan baru tercatat sebesar Rp2,636 triliun, turun cukup dalam hingga 18,06 persen yoy.
Kinerja keuangan PT BRI Multifinance Indonesia menunjukkan tekanan sepanjang tahun buku 2025. Hal ini tercermin dari penurunan laba bersih setelah pajak yang mencapai Rp90,88 miliar atau turun 12,53 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Mengutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Senin (20/4) penurunan laba tersebut sejalan dengan melemahnya pendapatan perusahaan. Total pendapatan tercatat sebesar Rp1,23 triliun, turun 12,69 persen yoy.
Dari sisi operasional, penyaluran pembiayaan baru tercatat sebesar Rp2,636 triliun, turun cukup dalam hingga 18,06 persen yoy. Penurunan ini turut berdampak pada total piutang pembiayaan yang menyusut menjadi Rp4,25 triliun atau turun 32,17 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Meski demikian, jumlah debitur aktif masih tercatat sebanyak 47.126, mencerminkan basis nasabah yang tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang menantang.
Di tengah penurunan kinerja, perusahaan masih mampu menjaga kualitas pembiayaan. Hal ini terlihat dari rasio Non-Performing Financing (NPF) yang berada di level 1,75 persen, menunjukkan risiko kredit yang relatif terkendali.
Sementara itu, tingkat pengembalian terhadap ekuitas (Return on Equity/ROE) tercatat sebesar 6,19 persen, mencerminkan penurunan profitabilitas seiring melemahnya laba.
Aset dan Laba per Saham
Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp 5.418 miliar. Adapun laba per saham (earnings per share/EPS) berada di level Rp 202 per lembar saham.
Secara keseluruhan, kinerja PT BRI Multifinance Indonesia pada 2025 mencerminkan tekanan di sektor pembiayaan, terutama dari sisi penyaluran kredit dan pendapatan.