Naik 9 Persen, BFI Finance Salurkan Pembiayaan Rp21 Triliun Sepanjang 2025

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan total aset di tahun 2025 sebesar 1,4 persen dibandingkan nilainya di 2024, menjadi Rp25,5 triliun.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Naik 9 Persen, BFI Finance Salurkan Pembiayaan Rp21 Triliun Sepanjang 2025
Naik 9 Persen, BFI Finance Salurkan Pembiayaan Rp21 Triliun Sepanjang 2025 (Merdeka.com)

Industri pembiayaan dihadapkan pada dinamika pasar yang dipengaruhi oleh perubahan perilaku daya beli dan konsumsi masyarakat sepanjang 2025. Selain itu, juga meningkatnya sensitivitas terhadap risiko di berbagai segmen.

Merespons kondisi tersebut, perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menerapkan langkah-langkah pengelolaan bisnis yang berfokus pada penguatan kualitas portofolio dan ketahanan operasional, disertai penyesuaian strategi pada setiap lini produk.

Dari upaya tersebut, perusahaan mencatatkan pertumbuhan total aset di tahun 2025 sebesar 1,4 persen dibandingkan nilainya di 2024, menjadi Rp25,5 triliun. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan piutang dikelola (managed receivables) sebesar 8,9 persen year-on-year (yoy) dengan capaian nilai Rp26,3 triliun.

Perusahaan juga konsisten untuk terus bertumbuh dengan membukukan pembiayaan baru sebesar Rp21,9 triliun atau naik 9,3 persen dibandingkan periode sepanjang 2024 lalu.

"Tentunya ini semua berkat kemampuan dalam menerapkan prinsip agility yang diiringi dengan kerja keras seluruh tim, semangat berkolaborasi yang strategis, serta kepercayaan dari konsumen, investor, dan berbagai pemangku kepentingan terkait,” ujar Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi di Jakarta, Jumat (6/3).

Hingga Desember 2025, komposisi piutang dikelola didominasi oleh pembiayaan produktif, yakni modal kerja sebesar 57,3 persen dan investasi sebesar 17,6 persen. Sementara, piutang pembiayaan yang disalurkan untuk tujuan multiguna tercatat memiliki porsi sebesar 22,0 persen dan pembiayaan berbasis syariah sebesar 3,1 persen.

Untuk income statement, BFI Finance menorehkan total pendapatan senilai Rp6,7 triliun selama tahun 2025, atau meningkat sebesar 6,5 persen dibandingkan tahun 2024. Perusahaan juga mencatatkan kinerja yang stabil dengan profitabilitas tercatat sebesar 1,0 persen yoy, menjadi Rp1,581 triliun.

Pengelolaan Risiko

Terlepas dari upaya peningkatan performa, perusahaan masih mampu mengelola risikonya dengan baik di bawah 2 persen di mana Non-Performing Financing/NPF per 31 Desember 2025 di level bruto 1,39 persen dan neto 0,22 persen. Posisi ini lebih rendah dibandingkan NPF rata- rata industri yang berada di level bruto 2,51 persen dan neto 0,77 persen (Data OJK per Desember 2025).

"Melalui pengelolaan manajemen risiko yang cermat untuk menjaga kualitas aset, BFI Finance mampu mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus mempertahankan posisi keuangan yang solid sebagai fondasi untuk pertumbuhan di masa depan," tambah Sutadi.

Di bagian rasio penting keuangan lainnya, Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing tercatat sebesar 7,9 persen dan 14,8 persen. Sedangkan gearing ratio terpantau sebesar 1,3 kali.

Upaya mempertahankan kinerja tidak serta mengurangi komitmen untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada para pemegang saham. Di tahun 2025, Perusahaan telah menyelesaikan pembagian dividen dengan total nilai Rp902 miliar untuk tahun buku 2024, serta membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2025 pada 18 Desember lalu sebesar Rp35,00 per lembar saham atau setara Rp520 miliar.

Rekomendasi