Iran Murka Kapal Komersilnya Ditembak AS, Tegaskan Bentuk Pembajakan dan Melanggar Gencatan Senjata
Iran mengecam tindakan Amerika Serikat yang menembaki dan menyita kapal Touska, menyebutnya sebagai tindakan pembajakan yang tidak dapat diterima.
Markas militer Khatam al-Anbiya, yang merupakan komando operasional tertinggi dalam struktur militer Iran, telah mengonfirmasi bahwa militer Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap sebuah kapal di Teluk Oman. Pernyataan ini disampaikan melalui kantor berita Iran Tasnim.
Menanggapi insiden yang mereka sebut sebagai "pembajakan maritim" ini, pemerintah Iran berjanji akan segera membalas, menyusul penyitaan kapal berbendera Iran tersebut.
"AS yang agresif, dengan melanggar gencatan senjata dan melakukan pembajakan maritim, telah menyerang salah satu kapal komersial Iran di perairan Laut Oman dengan menembakinya dan melumpuhkan sistem navigasinya," demikian pernyataan yang dirilis seperti dikutip dari TRT.
Pihak militer Iran juga menambahkan bahwa kapal tersebut, yang sedang dalam perjalanan dari China menuju Iran, disita setelah AS mengerahkan sejumlah pasukan marinir ke dek kapal tersebut.
"Kami memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons dan membalas pembajakan bersenjata ini," bunyi pernyataan tersebut.
Setelah insiden ini, pejabat Iran mengklaim bahwa pasukan mereka telah menyerang beberapa kapal militer AS menggunakan drone.
Kronologi Versi Amerika Serikat
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengambil langkah-langkah blokade laut di Laut Arab terhadap sebuah kapal kargo berbendera Iran yang berusaha menuju pelabuhan Iran pada hari Minggu, 19 April 2026.
"Kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG-111) berhasil mencegat kapal M/V Touska saat melintasi bagian utara Laut Arab dengan kecepatan 17 knot dalam perjalanan menuju Bandar Abbas, Iran," demikian pernyataan resmi yang dibagikan melalui Instagram.
Pasukan AS telah memberikan beberapa peringatan kepada kapal tersebut, menginformasikan bahwa mereka melanggar blokade yang telah ditetapkan oleh AS.
Setelah enam jam tidak ada respons dari awak kapal Touska, USS Spruance memerintahkan untuk mengosongkan ruang mesin kapal.
"Spruance kemudian melumpuhkan sistem penggerak Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam 5 inci MK 45 ke arah ruang mesin," tambah pernyataan tersebut.
"Pasukan Marinir AS dari 31st Marine Expeditionary Unit kemudian menaiki kapal yang tidak patuh tersebut, yang kini berada di bawah kendali AS."
"Pasukan AS bertindak secara terukur, profesional, dan proporsional untuk memastikan kepatuhan."
Sejak dimulainya blokade, sebanyak 25 kapal komersial telah diarahkan untuk kembali ke pelabuhan Iran.
Presiden AS, Donald Trump, juga mengonfirmasi informasi tersebut melalui platform Truth Social.
"Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA, yang panjangnya hampir 900 kaki dan bobotnya mendekati kapal induk, mencoba menerobos blokade laut kami---dan hasilnya tidak berjalan baik bagi mereka," tulis Trump.
Trump menambahkan bahwa AS telah memberikan cukup banyak peringatan agar kapal tersebut berhenti, tetapi diabaikan.
"Oleh karena itu, kapal angkatan laut kami menghentikan pergerakan mereka secara langsung dengan menembak ruang mesin kapal," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Touska telah dikenakan sanksi oleh Kementerian Keuangan AS karena aktivitas ilegalnya sebelumnya.
"Saat ini kapal tersebut sepenuhnya berada dalam kendali kami dan kami sedang memeriksa muatannya," ungkap Trump.
Blokade laut yang diterapkan oleh AS mencakup semua kapal dari negara mana pun yang ingin masuk atau keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran, dan secara resmi dimulai pada 13 April setelah perundingan antara kedua negara di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.
Trump menyatakan pada 17 April bahwa blokade laut ini akan tetap diberlakukan hingga kedua negara mencapai kesepakatan yang diinginkan.