Terungkap! Iran Luncurkan 6.413 Rudal dan Drone ke 7 Negara Arab Selama Perang dengan AS-Israel
Serangan itu juga disebut melibatkan dua jet tempur, termasuk pada hari pertama dan kedua masa gencatan senjata antara Washington dan Teheran.
Iran dilaporkan menargetkan tujuh negara Arab, sebagian besar berada di kawasan Teluk, dengan sedikitnya 6.413 rudal dan drone dalam kurun 41 hari terakhir atau selama perang dengan Amerika Serikat-Israel berlangsung. Serangan itu juga disebut melibatkan dua jet tempur, termasuk pada hari pertama dan kedua masa gencatan senjata antara Washington dan Teheran.
Berdasarkan perhitungan Anadolu Ajansi yang mengacu pada data dan statistik resmi hingga Kamis (9/4/2026) pukul 21.55 GMT, serangan masih terus berlangsung meski kesepakatan penghentian sementara konflik telah diumumkan.
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026). Kesepakatan itu dimediasi Pakistan sebagai langkah awal menuju kemungkinan perjanjian yang lebih luas guna menghentikan konflik bersenjata yang dimulai sejak 28 Februari itu.
Perang tersebut bermula dari serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, yang sejauh ini dilaporkan telah menewaskan dan melukai ribuan orang.
Serangan saat Gencatan Senjata dan Bantahan IRGC
Dikutip dari Anadolu Ajansi, Jumat (10/4/2026), menurut perhitungannya, pada hari pertama gencatan senjata, Rabu (8/4/2026), Iran meluncurkan total 141 rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk.
Rinciannya, Uni Emirat Arab menjadi sasaran 17 rudal dan 35 drone, Arab Saudi tercatat menerima lima rudal dan sembilan drone, Kuwait menjadi target 28 drone, sementara Qatar diserang tujuh rudal beserta sejumlah drone. Bahrain juga disebut menjadi sasaran enam rudal dan 31 drone.
Serangan berlanjut pada hari kedua, Kamis. Pada hari itu, Iran disebut menargetkan Bahrain dan Kuwait dengan 10 drone, terdiri dari tujuh drone menuju Bahrain dan sedikitnya tiga drone ke Kuwait.
Namun, pada Jumat, Iran membantah telah meluncurkan rudal maupun drone ke negara-negara Teluk sejak gencatan senjata dimulai. Teheran juga menolak laporan media yang menyebut adanya serangan terhadap berbagai fasilitas di kawasan tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak melakukan peluncuran apa pun ke negara mana pun selama masa gencatan senjata.
"Setiap serangan oleh pasukan Iran akan diumumkan secara resmi, dan bahwa setiap tindakan yang tidak diklaim bukan milik Iran," tegas IRGC.
UEA Jadi Wilayah dengan Serangan Tertinggi
Selama 41 hari sejak pecahnya perang, Uni Emirat Arab tercatat sebagai negara dengan jumlah serangan terbanyak. Setelah itu, serangan terbanyak berikutnya terjadi di Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Yordania. Sementara Oman menjadi negara dengan jumlah serangan paling sedikit.
Kementerian Pertahanan UEA pada Kamis menyebut sejak serangan balasan Iran dimulai, pihaknya telah mencegat total 563 rudal, termasuk 537 rudal balistik dan 26 rudal jelajah, serta 2.256 drone.
Tidak ada insiden baru yang tercatat di UEA pada Kamis.
Ribuan Rudal dan Drone Dicegat di Negara Teluk
Militer Kuwait melaporkan drone menargetkan sejumlah fasilitas vital. Sehari sebelumnya, negara itu menyatakan telah mencegat 369 rudal, yang terdiri atas 354 rudal balistik dan 15 rudal jelajah, serta 848 drone sejak awal serangan Teheran.
Arab Saudi hingga Kamis malam belum mengeluarkan data resmi terbaru. Namun, berdasarkan perhitungan Anadolu dari data Kementerian Pertahanan dan saluran televisi pemerintah Al-Ikhbariya, sedikitnya 104 rudal dan 916 drone telah dicegat.
Sementara itu, Angkatan Pertahanan Bahrain mengungkapkan telah mencegat dan menghancurkan 194 rudal serta 515 drone sejak konflik dimulai, termasuk tambahan tujuh drone baru pada Kamis.
Qatar juga belum merilis total terbaru. Meski begitu, berdasarkan kompilasi data Kementerian Pertahanan, setidaknya 227 rudal, 111 drone, dan dua jet tempur telah menargetkan negara tersebut.
Di Yordania, perhitungan berdasarkan data militer setempat menunjukkan sebanyak 291 rudal dan drone telah mengarah ke wilayah kerajaan sejak perang dimulai. Oman, berdasarkan kompilasi data Kantor Berita Oman, sedikitnya telah menjadi sasaran 19 drone.
Ketegangan Regional Terus Meningkat
Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Iran juga mengambil langkah strategis dengan membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Ia mengatakan Iran telah mengajukan proposal 10 poin yang “dapat diterapkan”, sementara proses negosiasi akan menentukan apakah kesepakatan jangka panjang bisa tercapai.