Media Amerika Serikat, CNN, pada Kamis (2/4), melaporkan bahwa hasil penilaian intelijen AS menunjukkan persenjataan Iran belum berkurang secara signifikan, meski sudah lebih dari satu bulan sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap negeri para Mullah itu.
Menurut laporan itu, Iran masih memiliki sekitar setengah dari peluncur rudalnya, serta ribuan drone serang satu arah yang masih tersimpan di gudang senjata. Seorang sumber yang mengetahui informasi intelijen tersebut menyebut Iran masih memiliki kemampuan besar untuk melancarkan serangan di kawasan.
"Mereka masih sangat siap untuk menimbulkan kehancuran besar di seluruh kawasan," ujar seorang sumber, yang mengetahui informasi intelijen tersebut kepada media AS itu.
Penilaian ini menunjukkan bahwa kemampuan ofensif Iran masih tetap menjadi ancaman serius, terutama bagi negara-negara di Timur Tengah dan jalur pelayaran strategis.
Advertisement
Laporan tersebut juga mengungkap bahwa Iran masih menyimpan rudal dalam jumlah besar, termasuk rudal jelajah pertahanan pesisir.
Persenjataan ini dinilai sebagai salah satu kemampuan kunci Iran untuk mengendalikan Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dan gas dunia.
Keberadaan rudal-rudal tersebut memperkuat posisi Iran dalam memengaruhi lalu lintas maritim di kawasan Teluk.
Advertisement
Meski sebagian besar kapal Angkatan Laut Iran dilaporkan telah dihancurkan, armada terpisah di bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) disebut masih mempertahankan sekitar setengah dari kekuatannya.
Menurut sumber yang dikutip CNN, Iran masih memiliki ratusan hingga ribuan kapal kecil dan kapal permukaan nirawak yang tersisa.
Kemampuan ini dinilai masih cukup signifikan untuk mengganggu operasi militer dan lalu lintas kapal di perairan strategis.
Advertisement
Informasi intelijen juga menyebut penggunaan fasilitas bawah tanah menjadi salah satu faktor utama yang membantu Iran mempertahankan peluncur rudalnya.
Selama ini, Iran diketahui menyembunyikan sistem peluncur dalam jaringan terowongan dan gua yang luas, sehingga sangat sulit dijadikan sasaran serangan udara.
Keberadaan fasilitas bawah tanah ini membuat sebagian peluncur rudal tetap utuh, meskipun wilayah permukaan terus digempur serangan.
Advertisement
Sebelumnya, dalam pidato yang disiarkan dari Gedung Putih pada Rabu (1/4/2026), Trump mengatakan kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah mengalami penurunan drastis. Ia menyebut Teheran kini hanya memiliki “sedikit” peluncur rudal yang masih tersisa.
Trump juga mengatakan kepada publik Amerika bahwa perang di Iran diperkirakan masih akan berlangsung selama dua hingga tiga pekan ke depan, meski ia optimistis konflik akan segera berakhir.
Namun, seorang sumber yang telah meninjau penilaian intelijen tersebut menilai target waktu tersebut tidak realistis.
Sementara itu, Israel, sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, serta pasukan AS masih terus menghadapi serangan rudal dan drone secara berkala dari Iran.