Hampir dua pekan perang Amerika Serikat (AS)-Israel menyerang Iran terjadi sejak 28 Februari 2026 lalu. Kini, perang mulai menyasar pusat ekonomi negara kawasan. Seperti yang dilakukan AS yang menargetkan bank-bank di Iran pada Rabu (11/3) malam.
Demikian diungkap juru bicara komando operasional pusat militer, Khatam al-Anbiya. "Semalam, tentara teroris Amerika dan Zionis, setelah gagal mencapai tujuan militer mereka, menargetkan salah satu bank di negara itu," kata Khatam al-Anbiya dikutip middleeasteye.net, Kamis (12/3).
"Orang-orang di kawasan tersebut tidak boleh berada dalam radius satu kilometer dari bank-bank tersebut." Serangan udara menghantam gedung administrasi yang terkait dengan Bank Sepah, salah satu bank publik terbesar di Iran, di ibu kota, menewaskan sejumlah karyawan yang tidak disebutkan jumlahnya, menurut kantor berita semi-resmi Mehr.
Sementara itu, di Qatar seluruh cabang HSBC ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Hal itu guna memastikan keselamatan staf dan pelanggan, demikian bunyi pesan teks kepada pelanggan pada hari Rabu. Citi, grup jasa keuangan AS, meminta karyawannya di Dubai untuk mengosongkan kantor mereka pada hari Rabu "karena meningkatnya kekhawatiran keamanan".
Karyawan diminta untuk mengosongkan kantor Citi di Dubai International Financial Centre (DIFC) dan di lingkungan Oud Metha, kata sebuah sumber yang mengetahui evakuasi tersebut kepada AFP.
Karyawan di dua perusahaan lain di DIFC mengatakan kepada AFP bahwa kantor mereka juga telah dievakuasi sebagai tindakan pencegahan menyusul ancaman Iran.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan akan meluncurkan rentetan rudal ke arah Israel yang akan menjadi yang "paling dahsyat" dan terberat sejak dimulainya perang pada 28 Februari.
"Perang tidak akan berhenti sampai ancaman dihilangkan atau musuh menyerah sepenuhnya," kata IRGC dalam pernyataannya.
Layanan darurat nasional Israel melaporkan bahwa 29 warga Israel terluka dalam insiden saling dorong selama serangan Iran semalam.
Iran melanjutkan serangannya terhadap negara-negara Teluk pada hari Rabu, dengan dua drone ditembak jatuh di sekitar bandara Dubai, melukai empat orang, menurut kantor media Dubai.
Sementara itu, sebuah kapal pengangkut barang curah terkena proyektil tak dikenal sekitar 50 mil laut di barat laut Dubai, menurut Operasi Perdagangan Maritim Inggris.
Awak pesawat dilaporkan selamat dan dalam keadaan baik, dan pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan, kata UKMTO.
Delapan drone juga ditembak jatuh di Kuwait, sementara dua drone yang menuju ladang minyak Shaybah di sebelah timur Arab Saudi dicegat, begitu pula serangan rudal di Qatar.
Sebuah drone menyerang fasilitas diplomatik utama Amerika di Irak pada hari Selasa, lapor Washington Post.
Advertisement
6 Drone Diluncurkan
Enam drone diluncurkan ke arah pusat dukungan diplomatik, yang terletak di dekat bandara Baghdad dan pangkalan militer Irak. Salah satu drone mengenai fasilitas tersebut, sementara lima lainnya berhasil dicegat.
Di Iran tengah, Al Jazeera melaporkan "malam berdarah" pemboman yang menargetkan situs arkeologi dan bersejarah di Isfahan, mengutip gubernur provinsi tersebut.
Advertisement
Serangan Israel Tewaskan 570 Orang di Lebanon
Sementara itu, serangan Israel telah menewaskan 570 orang di Lebanon sejak perang regional menyebar ke negara itu pada 2 Maret, kata kementerian kesehatan pada hari Rabu.
Kementerian memberikan rincian demografis dari mereka yang tewas, melaporkan bahwa 439 di antaranya adalah laki-laki, 45 perempuan, dan 86 anak-anak. Jumlah korban termasuk 14 petugas kesehatan.