Serangan Iran menghancurkan aset militer Amerika Serikat “jauh lebih banyak” dibandingkan yang selama ini dilaporkan. Demikian analisis Washington Post yang menghimpun citra satelit terverifikasi dari media Iran.
“Serangan udara Iran telah merusak atau menghancurkan sedikitnya 228 bangunan atau peralatan di pangkalan militer AS di kawasan Asia Barat sejak perang dimulai. Target yang terkena meliputi hanggar, barak, depot bahan bakar, pesawat, hingga radar penting, peralatan komunikasi, dan sistem pertahanan udara,” tulis laporan tersebut, seperti dilansir the Cradle, Kamis (7/5).
Para pejabat yang dikutip media AS itu mengonfirmasi bahwa serangan Iran “membuat beberapa pangkalan AS di kawasan menjadi terlalu berbahaya untuk ditempati dengan kapasitas normal. Para komandan kemudian memindahkan sebagian besar personel dari lokasi-lokasi tersebut agar berada di luar jangkauan serangan Iran sejak awal perang.”
Advertisement
Washington Post meninjau lebih dari 100 citra satelit yang dirilis media Iran.
Secara total, 109 gambar berhasil diverifikasi setelah dibandingkan dengan citra resolusi rendah dari sistem satelit Uni Eropa, Copernicus.
Para ahli yang menelaah analisis tersebut menyebut kerusakan di pangkalan AS menunjukkan bahwa Washington “meremehkan” kemampuan militer Iran dan membiarkan aset-aset penting tidak terlindungi.
“Serangan Iran sangat presisi. Tidak ada kawah acak yang menunjukkan serangan meleset,” kata pensiunan kolonel Marinir AS, Mark Cancian.
Analisis itu muncul beberapa hari setelah investigasi CNN menemukan mayoritas pangkalan militer AS di Asia Barat mengalami kerusakan berat.
Advertisement
Di antara 16 pangkalan AS yang diserang terdapat lokasi di Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, dan Irak, yang membuat banyak di antaranya tidak lagi dapat digunakan.
“Saya belum pernah melihat kondisi seperti ini di pangkalan AS,” ujar seorang sumber yang mengetahui kerusakan tersebut kepada CNN. “Serangan dilakukan dengan cepat dan presisi, menggunakan teknologi canggih.”
Pasukan Iran bahkan disebut menargetkan dan menghancurkan radar militer AS di kawasan, sehingga serangan rudal terhadap Israel menjadi lebih sulit dicegat.
The New York Times pada akhir Maret mengungkapkan bahwa sejumlah pangkalan mengalami kerusakan begitu parah sehingga pasukan AS terpaksa dipindahkan ke hotel sipil dan gedung perkantoran.
Hal ini mendorong Teheran menuduh Washington menggunakan “tameng manusia.”