7 Fakta Baru Kasus Alvaro, Tangisan Terakhir Kali bikin Ayah Tiri Naik Pitam Langsung Bunuh dan Buang Mayat ke Kali
Setelah 8 bulan hilang, Alvaro ditemukan tewas. Terungkap pelaku penculikan dan pembunuhan diduga Alex, ayah tiri Alvaro sendiri.
Polisi telah menangkap sosok pria bernama Alex diduga kuat merupakan pelaku penculikan Alvaro. Alex juga berstatus sebagai ayah tiri Alvaro.
Kasus hilangnya bocah enam tahun, Alvaro Kiano Nugroho, berakhir tragis setelah penyelidikan mengungkap ia diculik oleh ayah tirinya dari sebuah masjid di Jakarta Selatan sebelum akhirnya dibunuh keesokan harinya,
Jasad Alvaro kemudian dibungkus plastik, diikat pada batang pohon, dan dibuang ke aliran kali di Bogor, sementara pelaku sempat berpura-pura ikut mencari korban dengan keluarga sebelum akhirnya ditangkap dan ditemukan tewas bunuh diri di ruang tahanan polisi.
1. Alvaro Diculik di Masjid
Pada 6 Maret 2025, Alvaro dijemput dari Masjid Jami Al‑Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan oleh ayah tirinya, Alex.
"Karena anak itu kan dijemput di Masjid mau diperjanjian dibeliin mainan. Langsung dibawa pulang, makanya mau," ujar nenek korban, Sayem
Keterangan ini menunjukkan modus pengambilan korban dengan janji insentif (mainan), yang kemudian membawa Alvaro pergi secara paksa.
2. Ayah Tiri Alvaro Bersandiwara
Alex yang menyandang status sebagai ayah tiri Alvaro ternyata berperan ganda. Saat keluarga panik mencari Alvaro, dia tampak ikut membantu.
"Orangnya termasuk baik. Sama cucu-cucu saya itu baik," kata Sayem tentang sosok Alex.
Namun, menurut penyidikan, ia merupakan tersangka utama dalam penculikan dan pembunuhan Alvaro.
3. Polisi Pra‐Rekonstruksi Pembunuhan Alvaro
Pihak kepolisian telah melakukan pra-rekonstruksi terkait kasus Alvaro bukan hanya bersama pelaku, tetapi juga melibatkan seorang marbot dari masjid tempat Alvaro dibawa.
"Polisi telah menangkap sosok pria bernama Alex Saat pra-rekon, polisi melibatkan seorang marbot masjid."
Lokasi pra-rekonstruksi termasuk Masjid Jami Al-Muflihun yang menjadi titik awal penculikan.
4. Alvaro Tewas Sehari Setelah Diculik
Dari keterangan nenek Alvaro, pihak polisi menyebut bahwa korban meninggal dunia keesokan harinya setelah dibawa dari masjid.
"Kata pak polisi itu tanggal 7-nya cucu saya meninggal" ujar Sayem.
Ini menunjukkan bahwa rentang waktu antara penculikan dan pembunuhan sangat singkat, yakni satu malam setelah penculikan.
Satu hari setelah diculik, Alvaro disebut terus menangis mencari sang kakek yang biasa ia panggil 'bapak'.
Dari keterangan yang diterima keluarga, tangisan itu diduga membuat Alex naik pitam hingga menutup mulut Alvaro dengan handuk. Akibat tindakannya itu, Alvaro meninggal dunia.
"Mungkin katanya Alex kesel, gitu. Terus dikep pakai anduk mulutnya. Terus Alex sendiri ngomong kalau itu tuh enggak sengaja, gitu. Maksudnya cuman ini kok ternyata sudah enggak ada, katanya," ucap Sayem.
.
5. Pelaku Titipkan Jasad Alvaro
Setelah kematian Alvaro, pelaku dilaporkan panik dan kemudian menitipkan jasad ke adiknya di Bogor, dan kemudian membuangnya dengan cara keji.
"Terus dibawa, dititipin di adeknya di daerah Bogor, katanya. Jasad Alvaro kemudian dibungkus plastik dan diikat pada batang pohon," ujar Sayem.
Lokasi pembuangan adalah di aliran kali dekat Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
6. Mayat Alvaro Kondisi Mengenaskan
Jasad Alvaro ditemukan dalam kondisi yang amat menyedihkan dibungkus plastik, diikat ke batang pohon, dan membusuk sehingga menimbulkan bau tak sedap.
"Jadi itu udah diplastik gitu, diikat sama pohon " ujar Sayem.
Warga sempat mengira bau menyengat tersebut adalah bangkai hewan ternyata itu adalah jasad Alvaro.
7. Pembunuh Alvaro Bunuh Diri di Penjara
Menurut keluarga korban, setelah penangkapan, pelaku utama Alex ditemukan meninggal di ruang tahanan polisi akibat bunuh diri.
"Belakangan tersangka meninggal akibat bunuh diri di Polres Metro Jaksel beberapa hari setelah ditangkap polisi."
Hal ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang pengawasan tahanan dan kelanjutan penyidikan kasusnya.
Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar