Bawa Anjing Pelacak, Polisi Berangkat ke Tenjo Cari Potongan Tubuh Alvaro

Anjing pelacak dikerahkan untuk mencari bagian rahang yang diduga milik Alvaro dan sebelumnya belum ditemukan saat olah TKP.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Bawa Anjing Pelacak, Polisi Berangkat ke Tenjo Cari Potongan Tubuh Alvaro
Bawa Anjing Pelacak, Polisi Berangkat ke Tenjo Cari Potongan Tubuh Alvaro (Merdeka.com)

Polisi berangkat ke kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Membawa anjik pelacak, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mencari potongan tubuh Alvaro Kiano Nugroho, bocah 6 tahun yang dibunuh Alex iskandar, ayah tirinya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menerangkan, pihaknya kembali turun ke lapangan di kawasan Tinjo. Anjing pelacak dikerahkan untuk mencari bagian rahang yang diduga milik Alvaro dan sebelumnya belum ditemukan saat olah TKP.

"Belum rekonstruksi. Kegiatan hari ini mau penyisiran lagi dengan Anjing pelacak di Tinjo untuk mencari rahang diduga milik korban," kata dia dalam keterangannya, Rabu (26/11).

Kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6), akhirnya terungkap. Polres Metro Jakarta Selatan pun menetapkan Alex Iskandar alias AI, ayah tirinya sebagai tersangka penculikan dan pembunuhan Alvaro.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, hasil pemeriksaan saksi dan analisis rekam digital mengarah pada Alex alias AI, yang diduga sebagai pelaku.

"Adanya dugaan keterkaitan, hilangnya ananda AKN (Alvaro Kiano Nugroho) , yang diidentifikasi dilakukan oleh saudara AI," kata dia saat konferensi pers, Senin (24/11).

Saat diamankan, penyidik juga menemukan percakapan bernada dendam di ponsel milik Alex. Kalimat bernada kemarahan itupun diungkap ke publik.

"Dari handphone yang diamankan, terlapor setelah terang-terangan menuliskan kalimat, gimana caranya gue balas dendam. Ini muncul berulang kali di dalam konteks kemarahan, serta rasa sakit hati yang ia tunjukkan ke pihak tertentu," ujar dia.

Dalam pemeriksaan, AI mengakui menculik Alvaro Kiano Nugroho dari Masjid Jami Al-Muflihun di kawasan Pesanggrahan. Bocah itu disebut menangis terus sepanjang dibawa, hingga membuat Alex Iskandar membekapnya sampai tewas.

"Pada saat korban dibawa, dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia," ucap dia.

Dia mengatakan, tersangka kemudian membungkus jasad Alvaro Kiano Nugroho dengan plastik hitam dan membuangnya di bawah Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 9 Maret 2025.

"Atau tiga hari setelah diketahui AKN (Alvaro Kiano Nugroho) hilang," ucap dia.

Tak lama setelah itu, pada 20 November 2025, penyidik menerima informasi adanya temuan kerangka. Setelah kecocokan petunjuk dan prarekonstruksi, polisi menetapkan Alex Iskandar sebagai tersangka.

Budi menyebut, kerangka yang ditemukan diduga kuat adalah Alvaro Kiano Nugroho. "Untuk kepastian secara ilmiah, scientific investigation, akan kita tunggu hasil uji DNA," ujar dia.

Alex Iskandar ditemukan tewas di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan. Alex diduga tewas bunuh diri. Dia mengakhir hidupnya dengan menggunakan celananya sendiri.

Keterangan itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. Dia kemudian menjelaskan bagaimana celana bisa digunakan tersangka untuk melakukan bunuh diri.

"Pada saat di ruangan konseling, bahan yang digunakan untuk gantung diri ialah menggunakan celana. Jadi, dia menggunakan celananya dia," kata Budi Hermanto saat konferensi pers, Senin (24/11).

Pembunuh Alvaro Tewas Gantung Diri

Saat itu tersangka memang hanya diperbolehkan memakai celana pendek yang diberikan penyidik. Karena celana itu kotor, Alex meminta diganti dengan celana panjang.

Setelah kembali ke ruang konseling, Alex dibiarkan menunggu pemeriksaan medis yang dijadwalkan pagi harinya.

Dalam rentang waktu antara 06.30 hingga sekitar 08.00–09.00 WIB, seorang saksi berinisial G yang merupakan saksi kunci dalam kasus ini melihat Alex dalam keadaan tergantung.

"Pada saat di ruangan konseling, lebih kurang berkisar dari pukul 6.30 sampai dengan 8.00 atau jam 9.00 pagi, ditemukan oleh rekannya tadi, yaitu inisial G, melalui saksi kunci dilihat dari pintu itu ada bilah kaca di tengah melihat tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," ucap dia.

Rekomendasi